Berita

Ramadhan Pohan/ist

RUU JOGJAKARTA

Salah Besar SBY Disebut Tak Paham Sejarah Keraton

KAMIS, 02 DESEMBER 2010 | 10:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Polemik yang berkembang di masyatakat tentang Kesultanan Jogjakarta telah menyimpang dari substansi persoalan. Pernyataan Presiden SBY tentang Kesultanan Jogja pun telah dipolitisir.

"Soal (Kesultanan) Jogja telah dipingpong kesana-kemari. Sudah dipolitisasi sedemikian rupa dari partai politik lain. Pernyataan Ganjar Pranowo (Wakil Ketua Komisi II DPR) dan partai lain-lain, itu mencerminkan ketidakpahaman mereka terhadap apa yang dikatakan Pak SBY," ujar Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 2/12).

Anggota Komisi III DPR ini menegaskan, bahwa salah besar bila disebut Presiden SBY tidak paham sejarah keraton Jogjakarta. Hal demikian juga bila disebut Presiden SBY tidak aspiratif terhadap keinginan warga Jogja. Namun, saat ditanya apa yang sebenarnya yang disampaikan oleh Presiden, Ramadhan Pohan enggan membeberkan.


"Saya nggak mau menambahi dan mengurangi apa yang disampaikan Pak SBY. Saya hanya mau mengomentari upaya politisi yang mempolitisir dan memelintir fokus pembicaraan Pak SBY. Pak SBY sangat cinta Jogja, sangat menghormati Kesultanan Jogja, dan Pak SBY sangat paham dan mengerti aspirasi warga Jogja," demikian Ramadhan meyakinkan. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya