Berita

Eson Singgung Kader SBY yang Diduga Korup

KAMIS, 02 DESEMBER 2010 | 09:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kalau memang prihatin terhadap praktik korupsi yang menggejala di tingkat Kepala daerah, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mestinya mendorong percepatan proses penanganan kasus korupsi para kepala daerah itu.

"Menurut saya sih, jangan sekedar omong kosong, harus dibuktikan dengan (langkah) konkret. Ada proses (pemeriksaan) yang dipercepat," ujar aktivis Indonesian Corruption Watch Emerson Yuntho kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 2/12).

Tak hanya itu, lanjut Eson, demikian ia akrab disapa, Presiden SBY juga harus mendorong penegak hukum untuk mengusut kader-kader Partai Demokrat yang diduga terlibat praktik korupsi yang saat ini menjabat kepala daerah.


"Dorong penegak hukum (memeriksa) kadar partai Demokrat agar ada kejelasan dan kepastian hukum. Ada beberapa kader Partai Demokrat yang belum ada kejelasan, seperti Agusrin, Gubernur Bengkulu, Walikota Bukti Tinggi (Djufri), dan ada beberapa kasus lainnya," demikian Eson.

Agusrin Najamudin terjerat kasus dugaan korupsi penyaluran dan penggunaan dana bagi hasil pajak bumi dan bangunan. Selain itu juga terjerat kasus bea perolehan hak atas tanah dan bangunan PBB/BPHTB di provinsi.

Sedangkan Djufri terlibat dalam kasus pengadaan tanah untuk pembangunan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pool kendaraan sub dinas kebersihan serta pertamanan kota Bukit Tinggi. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya