Berita

Mahfud MD/ist

Beda Dengan SBY, Margarito Maklumi Mahfud MD Bentuk Tim

RABU, 01 DESEMBER 2010 | 15:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD juga membentuk tim. Presiden membentuk Satuan Tugas Pemberantasan mafia hukum sedangkan Mahfud membentuk tim investigasi untuk membongkar mafia perkara di MK.

Namun di mata pengamat hukum tata negara Margarito Khamis dua tim itu berbeda. Dia tidak sepakat dengan pembentukan Satgas dan memaklumi pembentukan tim oleh Mahfud.

"Kalau yang di MK memamg harus seperti itu. Harus dibentuk karena tugasnya hanya satu bulan dan untuk mengungkap dugaan kasus suap seperti yang ditulis Refly. Memang Satgas waktunya dua tahun, tapi tidak jelas apa yang mau dikerjakan," ujar Margarito kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 1/12).

Kalau memang mau melakukan fungsi koordinasi dengan lembaga penegak hukum yang ada di bawah pemerintah, katanya lagi, fungsi itu ada di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.


"Memang kalau di MK sangat positif. Karena tujuannya hanya untuk mengusut tulisan Refly itu saja. Hanya mau mekonfirmasi apa yang ia tulis. Selesai itu, selesai. Tanggal 8 sudah harus selesai," katanya lagi.

Selain itu, Margarito juga mempersoalkan pembentukan Tim Independen Pengawas IPO PT Krakatau Steel (KS) oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

"Saya tidak sependapat. Ini bukan karena ada sindrom atau kebiasaan SBY membentuk tim menjalar. Menurut saya, boleh saja membentuk tim tapi harus dilihat tugas dan fungsinya, dan harus dilihat urgensinya," ujar Margarito sambil menambahkan, sebaiknya lembaga Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) yang harus dimaksimalkan daripada membentuk tim baru. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya