Berita

presiden sby/ist

RUU JOGJAKARTA

Disayangkan, Mestinya SBY Bicara Penuntasan Kasus Century dan Mafia Hukum

RABU, 01 DESEMBER 2010 | 08:12 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bahwa sistem Kesultanan Jogjakarta adalah sistem monarki dan tidak sesuai dengan nilai-nilai demokrasi disayangkan banyak pihak. Presiden dinilai telah berbicara terlalu mikro.

"Dia itu bicara terlalu mikro. Mestinya dia bicara soal hal-hal yang lebih besar seperti penyelesaian kasus Bank Century, Lapindo, mafia hukum dan juga soal IPO KS. Itu menyangkut warga negara semuanya. Presiden tolong bicara hal-hal yang lebih besar untuk bangsa ini," jelas  pengamat komunikasi ekonomi-politik Hendri Satrio kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 1/12).

Menurutnya, Presiden SBY tidak perlu mempermalasahkan sistem yang sudah berjalan selama ini di Jogjakarta. Apalagi, sebutnya, tidak ada yang menggugat sistem Kesultanan Jogja, termasuk dari luar daerah Jogja.  "Toh tidak ada ruginya juga sistem itu tetap berjalan. Bahkan ada istimewanya. Cost pilkada tidak ada. Dan Kesultanan Jogja tidak pernah mengganggu NKRI," ungkapnya.


Karena itu, Presiden harus memberikan penjelasan utuh mengenai pernyataan tersebut. Karena saat ini, sambung dosen Universitas Paramadina ini, muncul anggapan bahwa SBY kuatir figur Sultan dan keturunannya tak bisa ditandinginya.

"Juga ada anggapan karena Jogja bisa menghasilkan orang-orang yang memiliki track record yang baik. Karena Sultan mampu memayungi masyarakat Jogja. Lihat saja kalau kita berjalan di sana, ada kampus, penguasa mikro, dan kualitas warganya cukup baik," tandas dia. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya