presiden sby/ist
presiden sby/ist
RMOL. Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bahwa sistem Kesultanan Jogjakarta adalah sistem monarki dan tidak sesuai dengan nilai-nilai demokrasi disayangkan banyak pihak. Presiden dinilai telah berbicara terlalu mikro.
"Dia itu bicara terlalu mikro. Mestinya dia bicara soal hal-hal yang lebih besar seperti penyelesaian kasus Bank Century, Lapindo, mafia hukum dan juga soal IPO KS. Itu menyangkut warga negara semuanya. Presiden tolong bicara hal-hal yang lebih besar untuk bangsa ini," jelas pengamat komunikasi ekonomi-politik Hendri Satrio kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 1/12).
Menurutnya, Presiden SBY tidak perlu mempermalasahkan sistem yang sudah berjalan selama ini di Jogjakarta. Apalagi, sebutnya, tidak ada yang menggugat sistem Kesultanan Jogja, termasuk dari luar daerah Jogja. "Toh tidak ada ruginya juga sistem itu tetap berjalan. Bahkan ada istimewanya. Cost pilkada tidak ada. Dan Kesultanan Jogja tidak pernah mengganggu NKRI," ungkapnya.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Senin, 27 April 2026 | 03:59
UPDATE
Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59
Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20
Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14
Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51
Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39
Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27
Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20
Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14
Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46
Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36