Berita

Wawancara

WAWANCARA

Linda Gumelar: Semua Informasi Soal Sumiati Sudah Dilaporkan ke Presiden

RABU, 01 DESEMBER 2010 | 04:13 WIB

RMOL. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,  Linda Gumelar selama sepekan di Arab Saudi untuk bertemu Sumiati yang sedang dirawat di Rumah Sakit King Fahd, Madinah, Arab Saudi.

Kondisi Tenaga Kerja (TKI) yang disiksa majikannya itu me­mang mulai membaik setelah se­lesai operasi kepala. Tapi pe­ra­watannya masih membutuh­kan waktu. Sebab, masih ada bebe­rapa operasi yang perlu di­la­kukan.

“Sebentar lagi melakukan ope­rasi pembekuan darah yang ada di paru-parunya. Kemudian ope­rasi hidung, telinga, bibir, dan giginya. Jadi perawatannya me­mang masih panjang,’’ ujar Linda Gumelar kepada Rakyat Mer­deka, di Jakarta, kemarin.


Berikut kutipan selengkapnya:

Berapa kali ketemu Sumiati?
Saya beberapa kali ketemu dengan Sumiati maupun penga­caranya yang ditunjuk pemerin­tah Indonesia dalam hal ini Kon­­sulat Jenderal kita di Arab Saudi.

Apa Sumiati sudah baikan?
Sumiati baru operasi kepala, tapi fisiknya kuat sekali, bisa ber­­­komunikasi dengan baik, makan­nya bagus, bantuan dari dokter di sana juga sangat per­hatian luar biasa. Ditemani juga oleh pera­wat Indone­sia yang ada di Rumah Sakit itu, dari konsulat kita 24 jam selalu ada yang dam­pingi dan Insya­ Allah semua biaya pengobatan di­tanggung RS In Faad disana.

Berapa lama lagi dirawat?
Saya kira masih lama. Sebab, masih perlu beberapa kali operasi lagi. Inilah akibat penyiksaan yang begitu parah, di luar batas kemanusiaan, hanya karena se­mangat dan mentalnya kuat, se­hingga bisa bertahan.

Reaksi Sumiati saat Anda kun­jungi ?
Oh, dia senang sekali. Apalagi  saya bawa makanan apa yang diinginkannya, bawa baju. Dia menyampaikan terima kasih ke­pada Presiden, Ibu Negara, sama pemerintah dan masyarakat yang sangat memperhatikannya.

Sumiati ingin ayahnya datang ke sana untuk dampingi dia, ini sekarang sedang diproses agar bisa ke Arab Saudi karena pa­man­­­nya juga kan sudah pulang.

Apa ada pesan khusus Su­miati?
Sumiati ingin agar maji­kannya itu betul-betul dihukum setimpal sesuai perbuatannya. Selain itu, Sumiati bercita-cita ­­ingin jadi Guru Bahasa Indo­nesia, makanya kalau nanti sudah pulang, katanya ingin kuliah. Memang dia bekerja ke sana untuk biaya melanjutkan sekolah­nya. Dia telah lulus SMA, dan bersemangat mau kuliah. Dari sini bisa kita lihat mental anaknya kuat sekali.

Apa komunikasinya lancar?
Dia komunikasinya bagus, ma­lahan selama saya di sana  setiap hari telepon-teleponan dengan orang tuanya. Itu karena keheba­tan anak itu, padahal hidungnya sudah patah, baru operasi kepala, tapi semangatnya luar biasa, makanya kita harus jaga.

Bagaimana perasaan Anda saat melihat Sumiati?
Iya, sangat miris karena selu­ruh tubuhnya betul-betul kena penyik­saan. Dan kok dia begitu kuat, itu yang membuat kita be­gitu kagum pada Sumiati. Seba­gai seorang manusia biasa, pe­rem­puan lagi, tentu dia begitu kuat menghadapi situasi demikian.

Melihat bekas penyiksaan se­perti itu, ya  geram, kesal, marah, dan sedih. Campur aduklah. Maka­nya kasus ini harus betul-betul ditangani secara serius. Pe­meriksaan kepada majikan hen­daknya dilakukan secepatnya.

Apa hasil kunjungan ini su­dah disampaikan ke Presiden?
Sudah saya kirimkan dari Jeddah, langsung ke beliau su­paya cepat informasinya.  Seka­rang tinggal merapikannya saja.

Apa yang disampaikan?
Secara umum tentang kondisi Sumiati. Semua informasi itu su­dah disampaikan ke Bapak Pre­siden. Kemudian kami juga me­nyam­paikan agar perlu memper­hatikan agensi yang di Arab untuk lebih melindungi perem­puan kita. Misalnya, alamat maji­kannya itu harus lengkap, tak hanya mencan­tumkan kode pos,  diberikan hak memegang alat komunikasi. Jadi kita bisa tahu dia bekerja di mana, bekerja untuk berapa orang dia di sana, ke­sehatan. Ini harus betul-betul diperhatikan.

Anda ketemu siapa lagi di sana?
Ketemu juga pengacaranya, kita banyak bincang-bincang. Saya juga melihat shelter dan  banyak TKW kita yang berma­sa­lah yang sedang ditangani Kon­sulat Jen­deral di sana. Pada umum­­nya itu banyak gaji yang tidak dibayar. Di Rumah Sakit saya juga sempat bertemu deng­an tiga lagi TKW yang menjadi kor­­ban yang sedang dalam pengo­batan.

Tapi nasibnya tidak kayak Sumiati?
Berat, tapi tidak seberat Su­miati. Pada umumnya karena kecelakaan bekerja.   [RM]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya