Berita

Wawancara

WAWANCARA

Bambang Widjojanto: Saya Nggak Berharap Deh Ada lagi Tawaran Presiden

SELASA, 30 NOVEMBER 2010 | 05:32 WIB

RMOL. Bambang Widjojanto tetap ingin berbuat sesuatu demi perbaikan penegakan hukum. Semangatnya sedikit pun tidak pudar setelah gagal menjadi pimpinan KPK.

“Tapi saya nggak berharap ada lagi tawaran dari Presiden. Yang penting, apa pun yang dikerjakan bisa bermanfaat bagi kemaslaha­tan bangsa ini,’’ ujar aktivis hu­kum yang vokal itu kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta.

Berikut kutipan selengkapnya:


Kenapa Anda nggak ber­ha­rap tawaran dari Presiden?
Ha ha ha, sudahlah. Babak ini sudah selesai.  Saya nggak berpi­kiran tawaran berikutnya dari Presiden.

Tawaran itu kan sebagai ‘obat’  rasa kecewa Anda?
Ya, tawaran itu kehormatan bagi saya. Hanya saja dalam posisi sekarang ini, saya merasa lebih baik tetap mem­bantu di da­lam posisi yang tidak dita­warkan Bapak Presiden.

Barangkali tawaran itu ku­rang me­nantang, seperti  tawa­ran men­jadi Ketua Komisi Ke­jaksaan?
Saya kan pernah menjadi pansel Komisi Kejaksaan. Jadi, kalau tiba-tiba masuk di situ kan nggak etis. Di mata politik, itu juga nggak baik.

Tapi saya ingin mengatakan, kalau tawaran itu sebagai kehor­matan bagi saya. Karena jarang-jarang Pak Presiden menawarkan posisi itu. Coba saja Anda hitung 6 tahun ini, mana ada Presiden yang menawarkan posisi ter­hormat.

Banyak kalangan meng­ingin­kan Anda yang terpilih?
Saya menghormati pandangan dan pendapat banyak kalangan tersebut. Cuma ini kan dunia nyata yang tidak semua diharap­kan menjadi kenyataan.

Tapi yang lebih penting adalah bahwa kita bisa berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan. Bukan mengharapkan saya menjadi ini dan itu. Tapi berbuatlah sesuatu sekecil apapun untuk kemasla­hatan bangsa ini. Itu mungkin jauh lebih baik daripada meng­harap saya di situ. Sebab yang terpenting adalah bisa bermanfaat untuk memberikan kontribusi yang baik bagi bangsa ini.

Apa Anda mau berbuat se­suatu untuk membantu  Busyro Muqoddas memperbaiki KPK?
Saya orang yang ingin berge­rak ke depan, tentu berharap agar Pak Busyro bisa membawa per­baikan di KPK. Jadi,  harus men­dorong dan membantunya agar semua kehebatan Pak Busyro betul-betul bisa diwujudkan.

Berarti Anda optimistis?
Saya ingin Indonesia lebih maju. Dan saya ingin siapapun yang memimpin bangsa ini betul-betul menggunakan seluruh energi potensialnya. Jadi, saya juga  ha­rus optimistis untuk mem­berikan support kepada Pak Busyro.

O ya, bagaimana sih peras­aan­nya saat menjalani fit and proper test di DPR?
Di forum terhormat itu punya banyak cara untuk mengorek, dan untuk konfirmasi. Saya menik­mati saja. Itu kan pengalaman per­tama saya. Jadi, ini juga ba­gian dari pembelajaran.

 Saya oke-oke saja. Tadi saya bilang, saya tidak berpikir me­ngenai fit and proper test. Saya mikirnya ke depan saja, apa sih yang bisa dilakukan tanpa harus memikirkan macam-macam.

Sudah bisa membangun silatu­rahmi saja dengan teman-teman DPR itu sudah luar biasa bagi saya.

Ah masa sih?
Ya, bisa berdiskusi dalam forum yang terhormat bersama 55 orang anggota DPR itu sudah hebat, bisa share, gagasan, dan macam-macamnya.

Adakah pertanyaan yang su­lit untuk menjawabnya?
Ada. Kalau pertanyaannya yang teknis agak-agak susah men­jawabnya.

 Mungkinkah pertanyaan itu sebagai jebakan agar Anda ti­dak terpilih?
Oh nggak, saya nggak  mikir kayak gitu. Saya berpikir kons­truktif saja. Bahwa semua perta­nyaan pasti punya makna. Biarlah yang memaknai orang yang ber­tanya. Tapi saya sudah sungguh-sungguh menjawabnya.

Ada yang beranggapan DPR hanya cari aman, makanya Bu­syro yang dipilih?
Nggaklah, saya nggak mikir seperti itu. Saya mikirnya sudah selesai. Dan sekarang apa yang bisa kita lakukan untuk mem­bantu semua pihak dan bisa mem­bangun bangsa ini menjadi lebih baik.

0 ya, bagaimana pandangan Anda tentang Jaksa Agung yang baru Basrief Arief?
Pak Basrief bagus, dia kan ter­akhir menjabat Wakil Jaksa Agung. Saya sempat berkomuni­kasi agak intensif. Saya ingin melihat kekuatannya yang mema­hami situasi di sana. Jadi, Pak Basrief harus punya teman-teman terbaiknya untuk bersama-sama membangun Kejaksaan yang lebih baik.

Tapi banyak kalangan yang meragukannya karena tidak suk­ses saat menjadi Ketua Tim Pemburu Koruptor?
Saya nggak tahu persis soal itu ya. Saya hanya membantu seben­tar mengenai program-program Tim Pemburu Koruptor, itu me­mang bukan hal yang mudah. Tapi sekarang kesempatan beliau sebagai Jaksa Agung maka kele­luasaannya sangat tinggi. Me­mang mengejar koruptor itu tidak bisa sendirian sih.

Berapa lama Anda bekerja sama dengan Basrief?
Yang intensif waktu zaman Pak Abdurrahman Saleh, karena saya masuk di tim pembaharuan seba­gai tenaga ahli. Yah, sekitar dua tahun.

O ya, bagaimana hasil Tim Investigasi MK, Anda kan sa­lah satu anggotanya?
Kan itu sudah ada jubirnya (Saldi Isra). Jadi, jangan saya yang bicara dong. Saya lebih senang menjawabnya nanti pada saatnya.   [RM]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya