Berita

Saleh Daulay/ist

Saleh Partaonan Daulay: Stop Pengiriman TKW Secara Total!

SENIN, 29 NOVEMBER 2010 | 10:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Penghentian pengiriman Tenaga Kerja wanita asal Indonesia secara total harus menjadi solusi di tengah terkuaknya praktik penyiksaan dan penganiyaan TKW oleh majikan di Arab Saudi belakangan ini. Jadi tidak sekadar moratorium.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 29/11).

Saleh melihat praktik penyiksaan dan penganiyaan kepada TKW yang berada di Arab Saudi, karena adanya salah pengertian penggunaan TKW oleh majikan Arab Saudi. "TKW di Negera Arab itu, seolah-oleh dianggap seperti budak yang bisa dieksploitasi melebihi tugas mereka sebagai TKW, termasuk di dalamnya memenuhi kebutuhan seksualitas. Itu kan salah total," tegas Saleh.


Kedua, lanjut Saleh, budaya dan tradisi Arab Saudi sangat berbeda dengan budaya dan tradisi dalam negeri ini. Implikasi perbedaan itu sangat fatal kalau TKW tidak memahaminya. Apalagi, bahasa Arab termasuk bahasa yang sukar dipelajari. "Karena itu mengirim TKW cenderung seperti memasukkan orang ke hutan rimba," katanya menjelaskan.

Selain itu juga, pemerintah secara nyata telah gagal melindungi TKW yang berada di Arab Saudi. Hal ini karena adanya perbedaan hukum antara Indonesia dan Arab Saudi. Dia yakin, meski pemerintah mengirim banyak pengacara ke Arab Saudi untuk membela TKW, seperti Kikim dan Sumiati, majikan itu tidak akan di-qishash.

Karena itu menurutnya, bila pemerintah gagal membuka lapangan pekerjaan di Indonesia, sebaiknya TKW Indonesia dikirim ke Eropa atau negara Asia lainnya yang lebih ramah terhadap TKW, seperti Hongkong. "Tapi ini khusus kepada TKW, kalau tenaga kerja yang laki-laki nggak apa-apa," imbuhnya.

Khusus kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dia meminta untuk tidak sekadar berwacana melindungi TKW. Apalagi, saat ini isu TKW ini sudah semakin  redup.  "Makanya yang penting pemerintah harus mendata semua TKW yang bermasalah dan tidak bermasalah. Semuanya harus segera dipulangkan, sebelum ada masalah baru," tegas Saleh. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya