Berita

Mustafa Abubakar/ist

IPO KS MIRING

Kader Banteng: Kerja Tim Independen Meneg BUMN Tak Jelas

SENIN, 29 NOVEMBER 2010 | 08:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Komite evaluasi independen yang dibentuk mengusut proses initial public oeffering PT Krakatau Steel berkesimpulan proses IPO KS sudah sesuai aturan.

Meski begitu, Komisi VI DPR meragukan hasil kerja tim yang dibentuk Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar tersebut. Karenanya, hari ini Komisi VI akan memanggil Menteri Mustafa.

"Tapi kan sekali lagi tidak jelas (kerjanya), tetap masih belum jelas," ujar anggota Komisi IV dari Fraksi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 29/11).


Dia mengatakan, ada tiga hal yang akan disoroti. Pertama, soal sosialisasi IPO perusahaan baja nasional tersebut. Menurutnya, sosialisasi IPO PT KS terlalu pendek dan sifatnya hanya sumir. "Tidak dilakukan secara baik dan sistematis. Kecenderungannya tergesa-gesa," imbuhnya.

Kedua, soal penetapan harga saham Rp 850 per lembar. Meneg BUMN memang telah mengatakan, bahwa penjamin emisi yang berhak menetapkan harga saham PT KS. Karena itu, pada pertemuaan hari ini, DPR juga akan memanggil penjamin emisi.
 
Ketiga, soal penjatahan saham. Gurubesar Universitas Kristen Satya Wacana ini menduga kuat ada pihak-pihak tertentu yang mendapatkan keistimewaan. "Jadi kami mau krosceck seputar IPO PT KS itu," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya