Berita

IPO KS MIRING

Sibuk Tawar Menawar Politik, DPR Abaikan Aset Negara Dirampok

SENIN, 29 NOVEMBER 2010 | 07:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Penawaran perdana saham PT Krakatau Steel dengan harga Rp 850 per lembar dipastikan akan merugikan negara. Karena dalam initial public oeffering PT KS dipastikan ada kelompok yang meraup keuntungan besar.

"Fokus perdebatan terhadap IPO yang tidak wajar itu sebenarnya kan hanya salah satu bukti ada kelompok yang mengambil keuntungan dalam proses privatisasi," ujar ekonom dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Dahnil Anzar kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 29/11).

Namun, menurutnya, kontroversi IPO KS sudah keluar dari substansi persoalan, yakni privatisasi aset ekonomi strategis. Mestinya, dia menegakan, substansi kebijakan privatisasi itu lah yang harus dilawan.


"Tapi faktanya para politisi hanya menggunakan isu (IPO) ini untuk saling tawar menawar politik dan abai terhadap subtansinya, yakni privatisasi dan penguasaan asing terhadap aset ekonomi strategis," katanya lagi.

Sebelumnya, Desember 2009 lalu, perusahaan baja terbesar ketiga di dunia milik Korea Selatan, Posco, dan Krakatau Steel bersepakat mendirikan pabrik baja bersama atau joint venture di Cilegon. Dan untuk mendukung pembangunan pabrik baja patungan itulah, pemerintah menjual 20 persen saham Krakatau Steel.

Di perusahaan itu Indonesia akan mengantongi saham sebesar 30 persen, sementara Korsel menguasai saham mayoritas sebesar 70 persen. Hal inilah menurut Daniel yang diabaikan oleh DPR.

"Padahal perusahaan joint venture KS-Posco sudah siap berdiri di Cilegon dan dalam jangka panjang, saya yakin, akan menguasai industri baja nasional. Nah, ini nyaris tak pernah dipedulikan para anggota DPR itu," katanya menyesalkan. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya