Berita

sultan x/ist

RUU JOGJAKARTA

Ratu Hemas Bantah Suaminya Mutung kepada SBY

SENIN, 29 NOVEMBER 2010 | 07:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Gusti Kanjeng Ratu Hemas tidak habis pikir kenapa sistem Kesultanan Keraton Jogjakarta dipersoalkan Presiden dengan menyebut tidak demokrasi.

"Lihat dulu dong perjanjiannya seperti apa. Kalau Presiden mengatakan bahwa itu tidak demokratis, lah yang demokratis itu seperti apa. Sedangkan pelaksanaannya kan tetap pemerintahan daerah tergantung pada kebijakan pemerintah pusat," ujarnya saat dihubungi Rakyat Merdeka Online kemarin.

Di samping itu, dia juga mengatakan, bahwa Kesultanan Jogja bukan satu kerajaan. Pemerintah Jogja tetap bertanggung jawab kepada Presiden.


"Karena itu daerah istimewa, dipimpin oleh Sultan dan Paku Alam, sehingga disitu tetap (dalam) pelaksanaannya apa yang dilakukan gubernur DIY, bertanggung jawab kepada Presiden," ungkap anggota Dewan Perwakilan Daerah ini.

Ratu Hemas pun meminta pemerintah untuk tidak melihat figur Sultan dan Paku Alam. Tapi bagaimana pemerintah memperhatikan apa keistimewaan Jogjakarta.

Pada tulisan Rakyat Merdeka cetak edisi Sabtu, Sri Sultan Hamengkubowono X disebut mutung setelah mendengar pernyataan Presiden SBY soal Kesultanan Jogjakarta. Hemas tak sepakat suaminya itu disebut mutung. "Sultan bukannya mutung, tapi bagaimana seharusnya pemerintah menyelesaikan persoalan RUU Keistimewaan (Jogjakarta)," katanya lagi. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya