Berita

Wawancara

WAWANCARA

Anas Urbaningrum: Demokrat-PDIP Memang Kian Mesra Tapi Golkar Nggak Cemburu Kok...

SENIN, 29 NOVEMBER 2010 | 05:55 WIB

RMOL. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, makan siang bersama dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (25/11), demi menepis gunjingan kedua partai lagi berantem.

“Agar gunjingan itu tidak menjadi konflik beneran, kami sepakat duduk-duduk, ngobrol santai sambil makan siang. Kami ingin memberi tanda bahwa Partai Demokrat (PD) dan Partai Golkar (PG) tetap konsisten mengawal pemerintahan SBY-Boediono sampai 2014,” katanya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Sabtu (27/11).

 Berikut kutipan selengkapnya:


Ah, masa sih hanya itu saja motivasi pertemuannya?
Ya, hanya itu, silaturahmi biasa. Kami ingin memberi sinyal bahwa gunjingan berantemnya PD dan PG itu hanya khayalan saja. Mungkin saja ada yang ber­harap kami berantem, tapi itu tidak pernah terjadi sampai 2014. Sebab,  kami sepakat untuk tetap konsisten di jalur koalisi.

Bukannya pertemuan itu di­picu kian mesranya hubungan Partai Demokrat dengan PDIP?
Sama sekali tidak. PD memang berkomunikasi dengan semua partai, baik di dalam Setgab Par­pol Koalisi maupun yang tidak tergabung dalam Setgab. Dengan PDIP misalnya, kami berkomu­nikasi baik.  

Berarti benar dong lagi me­sra­an seperti dibilang Puan Ma­harani?
Ya, saya setuju dengan apa yang dibilang Mbak Puan, PD dan PDIP memang kian hangat dan mesra. Kader-kader PD me­mang cukup sering berkomuni­kasi dengan kader-kader PDIP.

Tetapi bukan gara-gara hu­bungan mesra ini saya bertemu Bang Ical (panggilan akrab Abu­rizal Bakrie). PG nggak cemburu kok, mereka juga menjalin komu­nikasi politik dengan PDIP.

PD dan PG itu keluarga besar koalisi. Jadi, pertemuan itu se­bagai kongkow antar saudara da­lam satu keluarga.

Apa ada perbincangan deng­an topik khusus, seperti kasus Gayus?
Tidak ada bahasan khusus atau materi pembicaraan khusus. Inti­nya adalah kesepahaman bahwa PD dan PG tetap kompak. Gu­yon-guyon saja sambil menik­mati makan siang. Bang Ical dan teman-teman meludeskan nasi timbel, saya pilih bakmi rebus. Kalau mau dikasih judul kira-kira begini, Diplomasi Timbel-Bakmi untuk Pemantapan Koalisi, he-he-he ...

Kenapa pertemuannya tertu­tup?
Siapa yang bilang tertutup. Itu pertemuan semi terbuka. Bukti­nya para wartawan tahu semua, tempatnya di ruang makan. Ke­betulan saja ruangannya tertutup. Soalnya kalau di ruangan terbuka bisa mengganggu orang lain yang sedang me­nik­mati makan siang. Intinya itu adalah pertemuan bia­sa, sila­turah­mi rutin saja. Tidak ada yang khusus apalagi rahasia.

Apakah ada petinggi PG yang protes?
Nggak ada protes. Wong gu­yon-guyon kok pakai protes. Apa­lagi Golkar adalah partai senior dan berpengalaman. Mana mungkin protes kepada PD yang masih muda dan sedang tumbuh. Protes itu biasanya dari yang muda kepada yang tua. Apalagi tidak ada materi yang masuk kate­gori layak protes. Yang ada adalah ngobrol ringan, hangat dan berkomitmen untuk kebaikan bersama. Soal PD dan PG ka­dang­kala berbeda, itu hal-hal yang lumrah, sama-sama kami me­mahaminya. Yang penting tidak konflik dan berselisih.

Apa hasil pertemuan itu, apa ada kesepakatan baru?
Ada hasilnya, sangat substantif dan konstruktif, yakni semangat kebersamaan dalam demokrasi, saling menghormati, dan kerja sama untuk kebaikan bangsa dan negara. Juga kesepakatan untuk terus menjaga silaturahim.    

Apa yang mesti dibenahi agar hubungan kedua partai tetap kompak?
Ya itu tadi, konsisten dalam kebersamaan koalisi dan menjaga tali komunikasi dan silaturahim politik. Jaga komunikasi dan jauh­kan perselisihan.

Apa Ical curhat soal kasus Gayus?
Tidak ada curhat. Saya dan Bang Ical kan partner politik, bu­kan kawan curhat. Kalau mau curhat pasti dengan istrinya, he-he-he...

Sebelumnya Anda bertemu Menteri BUMN Mustafa Abu­bakar, apa Anda tidak takut di­nilai negatif ?
Kalau ada pertemuan sila­tura­him, sebaiknya jangan dipotret dari kacamata curiga. Berpikiran dan berprasangka baik akan sangat membantu keadaan.

Silaturahim itu harus saya dan teman-teman lakukan. Salah satu inti dari politik adalah komuni­kasi dan silaturahim. Kalau Anda putus silaturahim, maka tidak bisa bekerja politik untuk ke­baikan bersama. Tanpa komu­nikasi acapkali terjadi kesalah­pahaman. Minimal kesepahaman untuk melihat agenda bersama. Kami berkomunikasi dengan Presiden, Wapres, para menteri, para pimpinan lembaga negara, pimpinan parpol, pimpinan ormas, para tokoh dan masya­rakat luas.

 O ya, apa pertimbangannya PD memilih Busyro Muqoddas menjadi Ketua KPK ?
Sejak awal saya sampaikan bahwa kalau pilihannya antara Pak Busyro dan Pak Bambang, itu tidak perlu memilih. Pejam mata saja tetap dapat yang bagus, mampu dan kredibel. Itu mirip memilih antara intan dan berlian. Karena itu diserahkan kepada Komisi III DPR. Ketika Pak Busyro yang terpilih, kami ber­harap Pak Bambang mendapat­kan tugas di tempat lain yang penting dan tidak kalah mulianya. Keduanya adalah mutiara dalam wajah penegakan dan pemajuan hukum kita. [RM]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya