Berita

Wawancara

WAWANCARA

Emma Yohana: Minta Dibeliin Mangga, Sumiati kami Kasih Amplop 500 Riyal...

MINGGU, 28 NOVEMBER 2010 | 06:31 WIB

RMOL. Lima anggota DPD yang menjenguk Sumiati di RS King Fahad, Madinah, Arab Saudi, mengajak teman-temannya untuk menyumbang TKI yang disiksa majikannya itu.  

“Kami mengusulkan kepada pimpinan DPD agar seluruh anggota DPD menyumbang Sumiati,’’ ujar anggota DPD dari Su­matera Barat Emma Yohana ke­pada Rakyat Merdeka di Ja­karta, kemarin.

Pekan lalu, lima Senator yakni Ahmad Jajuli dari Lam­pung, Wahidin Ismail dari Papua Barat, Anna Latuconsina dari Maluku, Muh Syibli Sahbuddin dari Su­lawesi Barat dan Emma Yohana menjenguk Sumiati.


Menurut Emma Yohana, kon­disi Sumiati sudah membaik, lukanya sudah mengering. “Cu­ma kita membayangkan sik­saan yang dialami Sumiati, gimana ya kita ngomongnya. Gini ya, saya kan buka bajunya, saya lihat dari belakang, pung­gung­nya bekas setrikaan. Kemu­dian kakinya juga penuh dengan luka,” pa­parnya.

Emma Yohana menjelaskan, luka di wajahnya memang sudah mengering. Walaupun masih ada bekas jahitannya. “Bibirnya cu­kup parah, sehingga bicaranya agak kurang jelas,” tambahnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

 Bagaimana perasaan Anda setelah melihat kondisi Su­miati?
Sebagai wanita yang melihat anak kita seperti itu, kita sangat tidak tega. Makanya kita lang­sung ambil fotonya. Kita lihat foto Sumiati tiga bulan lalu, Su­miati terlihat cantik. Tapi seka­rang, berat badannya turun 15 kilogram.

Bagaimana ceritanya lima anggota DPD menjenguk Su­miati?
Waktu itu kita di Mekkah da­lam rangka pengawasan haji. Kita dapat berita saat kami ber­ada di Mina. Ada jamaah yang menga­takan, di sini ada TKW yang di­siksa majikannya. Kita langsung lihat internet, ternyata ya. Kemu­dian kita langsung ke Madinah. Karena ada Konjen (Konsulat Jenderal), kita lang­sung minta diantar ke rumah sa­kit untuk ketemu Sumiati. Jadi, kami ada lima orang anggota DPD ber­temu Sumiati.

Kenapa hanya menjenguk se­kali saja?
 Besoknya kami berangkat lagi ke Jeddah untuk siap-siap pulang. Makanya hanya sekali kami menjenguk.

Adakah kesulitan ketika men­jenguk Sumiati?
Nggak sama sekali. Cuma me­dia memang dilarang untuk meng­ambil gambar. Tapi kalau kami nggak. Kami langsung ke­temu dan di sana juga tidak ada pengawasan atau pengawalan yang ketat. Yang ada hanya di­te­mani dari Staf Konjen.

Apa yang dibawa anggota DPD ketika membesuk Su­miati?
Karena kita datangnya men­dadak, maka kita hanya memberi­kan satu lembar amplop yang berisi uang dari sumbangan lima anggota DPD itu.

Berapa jumlahnya?
Sekitar 500 riyal. Kami lang­sung berikan ke Sumiati. Kami bilang, ini uang untuk jajan, Sum. Semoga lekas sembuh ya.

Lantas apa komentar Su­miati?
Sumiati berterima kasih sekali. Tapi dia minta dibelikan mangga dari Indonesia yang manis. Mangga Arab Saudi kecut. Kalau tak ada mangga, semangka juga boleh. Kata dia, kalau bisa ma­lam ini (saat mereka menjenguk itu), sebelum dioperasi.

Setelah sampai di Jakarta, apa yang dilakukan lima anggo­ta DPD yang menjenguk Sumiati?
Kami langsung melaporkan ke Ketua Komite III DPD Istibsya­roh. Beliau mendesak pemerin­tah Indonesia untuk memaksi­malkan pesrlindungan TKI di luar negeri, termasuk pendam­pingan selama proses hukum bagi TKI yang disiksa majikan­nya. Itu demi penegakan hukum dan kemanu­siaan.   [RM]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya