Berita

Anis Hidayah/ist

Usul Pemberian HP, Bukti SBY Tak Mau Repot Urus TKI

JUMAT, 26 NOVEMBER 2010 | 09:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kebijakan memberikan handphone kepada tenaga kerja Indonesia yang di Arab Saudi untuk mencegah praktik penyiksaan dari majikan menjadi bukti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak serius menuntaskan problematika buruh migran.

"Dengan pemberian HP, pemerintah Indonesia tak perlu berbuat banyak, tak perlu negosiasi dengan negara tujuan, tak perlu repot, namun sangat mudah dan instan. Pemerintah tinggal mengajukan anggaran ke DPR untuk pengadaan HP," ujar Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah dalam keterangan pers hari ini (Jumat, 26/11).

Menurutnya, pemerintah Indonesia mestinya mendesak negara-negara tujuan yang selama ini belum memberikan kepastian hukum atas hak informasi dan komunikasi. Harus dipastikan bahwa hak tersebut diatur dalam kontrak kerja maupun atau bilateral agreement dengan negara tujuan, dan bukan pada pengadaan HP-nya.


Selain itu juga, lanjutnya, setiap buruh migran harus dibekali dengan pemahaman hak, hukum negara setempat, mekanisme penyelesaian masalah, kultur, bahasa, dan ketrampilan yang standar. "Bukan sekedar sebuah HP," tegas dia lagi.

Karena itu Anis menuding, pemberian HP kepada TKI di Arab Saudi semakin membuktikan bahwa SBY masih mementingkan politik pencitraan. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya