Berita

Wawancara

WAWANCARA

Atang Zulkarnaen: Kami Minta Aparat Hukum Arab Saudi Menghukum Mati Pembunuh Adik Saya

RABU, 24 NOVEMBER 2010 | 07:26 WIB

RMOL. Keluarga sudah ikhlas atas berpulangnya Kikim Komalasari ke rahmatullah, tapi pembunuh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi itu, hendaknya dihukum seberat-beratnya.

“Saya kira wajar dihukum mati, itulah hukuman setimpal bagi pembunuh adik saya,’’ ujar kakak kandung Kikim Komalasari, Atang Zulkarnaen, kepada Rak­yat Merdeka, kemarin.

Kikim Komalasari, tenaga kerja wanita asal Cianjur itu te­was mengenaskan di Kota Abha, Arab Saudi. Kikim diduga dibunuh majikannya. Keluarga belum men­dapat kepastian kapan jena­zah dipulangkan ke tanah air.


“Belum ada kepastian kapan persisnya jenazah dipulangkan ke tanah air. Kami berharap agar pe­mulangan jenazah bisa diperce­pat,’’ ucapnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Saat mengetahui kematian Kikim di Arab Saudi, bagai­ma­na reaksi keluarga ?
Kalau reaksi keluarga ya spon­tanitas, terharu, bercampur apa­lah. Apalagi ini mendengar berita kematian, jadi sedih saja.

Apa keluarga ikhlas?
Iya, pada akhirnya ya sudah kita pasrah, dan mengikhlaskan be­liau berpulang ke Rahma­tullah. Mudah-mudahan dia mati syahid-lah di sisi Allah SWT.  Diterima amal ibadahnya di sisi Tuhan.

Hukuman apa yang seharus­nya dikenakan kepada pembu­nuh?
Terhadap pelaku kita serahkan pada proses hukum yang ber­laku. Permintaan kita ya sesuai dengan hukum di negara itu. Ya, seberat-beratnya.

Seberat-beratnya itu apakah hukuman mati?
Ya, dihukum mati, kita minta aparat hu­kum di sana bertindak adil. Jadi mohon dihukum  sebe­rat-beratnya sesuai dengan per­buatan­nya.

Apakah ada pihak keluarga yang ikut dalam persidangan nanti?
Itu kan ada pengacara. Kalau pengacara kita di sana ada pen­damping yang dilakukan Asosiasi Advokat Indonesia (AAI). Kalau mungkin ada keluarga ditunjuk ke san­a, kita siap dengan akomo­dasi yang ditanggung negara barangkali.

Sebelum wafat apakah Kikim sering menghubungi keluarga?
Beliau itu 6 bulan pertama, tiga kali menghubungi kita. Tapi pas sudah bulan ke-10,  sampai 6 bu­lan terakhir itu sudah putus kon­tak. Tak ada lagi informasi me­nge­nai Kikim.

Adakah usaha untuk meng­hu­bungi Kikim melalui Kedu­bes dan PJTKI?
Kalau kita sudah berusaha meng­hubungi, sudah isi for­mulir; nama, alamat, semua data yang diperlukan. Tapi kita tidak tahu kondisinya. PJTKI sudah kon­tak ke sana, mencari tahu ke­beradaan Kikim, namun tidak ber­­hasil juag. Sebab, adanya per­­pindahan dari majikan pertama­nya ke maji­kan kedua tanpa se­pengetahuan dari pihak-pihak terkait.

PJTKI yang mengirim Kikim apa sudah menunjukkan itikad baik?
Kalau santunan ada, itu dari semua pihak. Walau nilainya re­latif, baik dari PJTKI, BNP2TKI, dari kementerian, itu termasuk santunan dan asuransi itu semua kita terima. Jadi semua hak-hak yang harus diterima ke­luarga untuk dalam negeri sudah selesai.

Harapan Anda bagaimana untuk perbaikan TKI ke de­pan?
Jangan lagi terulang kejadian seperti ini, baik pengusaha dan majikan hendaknya memperla­ku­kan TKI secara baik dan sewa­jarnya.

Kapan jenazah akan diberi­kan ke keluarga?    
Sekarang sedang diproses pe­mulangannya. Mungkin minggu depan baru ada informasi lagi.

Jadi belum ada kepastian?
Belum ada kepastian.Kami ber­­harap agar pemulangan jena­zah bisa dipercepat. Saya juga tidak tahu apakah ada masalah prosedural yang harus diselesai­kan. Ini semua diurus pemerintah pusat dan daerah.  [RM]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya