Berita

syarief hasan/rm

Korban Merapi Minta Pemutihan Utang

SELASA, 23 NOVEMBER 2010 | 17:31 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Mayoritas korban letusan Gunung Merapi meminta pemutihan utang Kredit Utang Rakyat (KUR) kepada pemerintah.

Hal ini disampaikan saat Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan mengunjungi lokasi pengungsian di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta.
           
Menurut Menkop, pemerintah telah memikirkan langkah-langkah pemutihan pelaku usaha mikro yang terkena dampak erupsi Merapi. Pemerintah akan berusaha kembali membangkitkan ekonomi sosial daerah yang terkena bencana.
           

           
"Saya sudah lihat koperasi peternakan yang memiliki 1.500 sapi perah, di mana 1.200 di antaranya mati. Kita akan bangun kembali infrastruktur, bangunan koperasi, memberi bantuan ternak, serta suntikan modal lewat KUR sehingga koperasinya hidup lagi," kata Syarif.
           
Tak hanya itu, imbuh Syarif, dari kementerian akan memberikan pelatihan khusus dan pendampingan agar usaha ternak tersebut kembali berjalan normal. Bagi pelaku UKM penerima KUR, Menkop menjanjikan memutihkan utang-utangnya.
           
"Bagaimana mau mengembalikan utang kalau buat hidup saja susah," ujar Menkop.
           
Untuk itu, bekas Ketua Fraksi Partai Demokrat itu memerintahkan bawahannya untuk melakukan pendataan di lapangan. Dalam waktu dekat diharapkan data lengkap sudah terkumpul.
           
"Jadi nanti kita tahu berapa jumlah koperasi yang menjadi korban, anggota koperasi yang kehilangan usaha, dan berapa orang penerima KUR serta jumlah utangnya," tutup Menkop.
           
Sebelumnya, Menkop mengunjungi Dusun Glagaharjo, Cangkringan, Yogyakarta, yang berjarak 5 kilometer dari lereng Gunung Merapi. Di lokasi tersebut, Koperasi Ternak Sarua Indah yang diketuai Daud mengalami kerugian besar. [arp]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya