Berita

revrisond Baswir/ist

Pram Terlalu Pagi Kaitkan Kekacauan Jadwal Penerbangan Garuda dengan Rencana IPO

SELASA, 23 NOVEMBER 2010 | 12:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Terlalu pagi menarik kesimpulan, kekacauan jadwal penerbangan pesawat Garuda dalam tiga hari ini direkayasa, agar pada saat penjualan saham perdana perusahaan plat merah itu menjadi anjlok.

"Saya kira terlalu pagi. Kita tidak bisa komentar. Kan belum ada penjelasan yang resmi mengenai apa yang terjadi," ujar pengamat Ekonomi Revrisrond Baswir kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 23/11) saat dimintai tanggapan atas dugaan Wakil Ketua DPR Pramono Anung soal itu.

Menurutnya, yang perlu didesak sekarang adalah pihak Garuda memberikan penjelasan yang lengkap dan transparan mengenai apa yang terjadi. Dan penyebab kekacauan itu yang perlu diinvestigasi.


"Malah kalau perlu, kalau memang ada proyek yang sedang dilaksanakan, harus jelas siapa yang membiayai, siapa yang melaksanakan, kenapa terjadi kecakauan. Itu dulu yang diselidiki," tegas dia.

Lagian pula, tambahnya, kekacauan jadwal penerbangan Garuda ini merupakan persoalan manajemen perusahaan. Sedangkan rencana penjualan saham perdana adalah kebijakan pemerintah.

Dosen Universitas Gajah Mada ini sendiri tidak sepakat dengan rencana penjualan saham perdana PT Garuda Indonesia itu. "(Saya) sudah jelas, tidak sepakat," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya