Berita

ilustrasi

DPR TELANTARKAN TKI

Publik Tagih Hasil Studi Banding Komisi V DPR ke Rusia

SELASA, 23 NOVEMBER 2010 | 08:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Berkaca dari kasus dugaan penelantaran tenaga kerja wanita di bandara internasional Dubai pada Sabtu (6/11), lalu, mestinya anggota DPR paham bahwa rakyat Indonesia tidak bodoh.

Publik akan melaporkan hal-hal yang janggal dari apa yang dilakukan oleh anggota dewan. Hal ini tentu karena adanya dukungan perkembangan sistem informasi dan teknologi yang berkembang pesat saat ini.

"Mereka lupa rakyat tidak bodoh. Apa pun yang mereka lalukan semua bisa dipantau. Tidak bisa lagi mengelak. Anggota DPR juga lupa bahwa gaji meraka selama ini dari uang rakyat.," ujar pengamat politik Hendri Satrio kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 23/11).


Hendri Satrio memang mendengar bantahan Wakil Ketua Komisi V DPR Mulyadi yang menjadi kepala rombongan studi banding Komisi V DPR ke Rusia itu. Tapi, dia yakin, tidak mungkinlah pelapor memberikan informasi yang tidak berdasarkan fakta yang ada.

Namun, Hendri juga tidak ingin kasus dugaan penelantaran ini tidak diperpanjang. Akan lebih baik, bila DPR segera minta maaf dan mengaku khilaf kepada publik. Dan setelah itu segera bekerja secara maksimal untuk rakyat.

Karena itu dia menagih hasil kerja anggota Komisi V DPR yang menggelar studi banding rumah susun ke Rusia. Menurutnya, DPPR harus segera menjelaskan kepada publik apa yang didapatkan dari kunjungan ke Rusia itu. "Jangan lagi-lagi beralasan tunggu rapat komisi. Segera jelaskan. Jangan sampai karena kasus ini (penelantaran) itu (hasil studi banding) tak dijelaskan," tukasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Iran Sodorkan 14 Syarat Damai yang Harus Dipenuhi AS

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:59

KPK Soroti Aset Mangkrak Rp27,5 Triliun di Sulsel

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:20

Ribuan Jemaah Haji Bertahap Bergerak dari Madinah ke Makkah

Minggu, 03 Mei 2026 | 09:14

Ratas Hambalang, Prabowo Matangkan Agenda Pendidikan hingga Hilirisasi Nasional

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:51

Mahasiswa Didorong Kembali jadi Kekuatan Pengontrol Sosial

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:39

Update harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina, BP, hingga Vivo

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:27

Perpres Ojol Bawa Angin Segar Bagi Pengemudi Online

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:20

Pemerataan Pendidikan Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

Minggu, 03 Mei 2026 | 08:14

Amien Rais Sebaiknya Segera Klarifikasi

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:46

Publik Nantikan Aksi Nyata Dudung Bereskan Masalah MBG

Minggu, 03 Mei 2026 | 07:36

Selengkapnya