Berita

Wawancara

Darmono: Presiden Belum Beri Sinyal Siapa Jaksa Agung Baru

SELASA, 23 NOVEMBER 2010 | 00:25 WIB

RMOL.Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung Darmono menegaskan, pihaknya tidak dalam posisi memberi masukan kepada Presiden SBY terkait calon-calon Jaksa Agung yang berasal dari internal.

“Presiden kan sudah mene­rima masukan dari berbagai pi­hak, pasti beliau memiliki pan­dangan yang luas soal figur yang tepat untuk memimpin kejaksaan ke depan,’’ ujarnya kepada Rak­yat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

“Pokoknya tugas saya untuk me­laksanakan tugas itu dengan se­baik-baiknya sesuai amanah yang diberikan Presiden sebagai Plt Jaksa Agung,” tambah Darmono.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apakah Presiden meminta ma­­sukan terhadap Anda?

Kalau itu pasti saya tidak akan ditanya. Kecuali kalau posisi Pak Hendarman Supandji (saat men­jadi Jaksa Agung), itu mungkin bisa ditanya.

Kenapa begitu?

Saya kira tidak dalam posisi untuk ditanya seperti itu. Bapak Presiden pasti memiliki pan­da­ngan yang luas, yang sempurna, apalagi sudah menerima ma­sukan-masukan dari berbagai pihak. Tapi kan tidak mungkin dari saya.

Anda sebagai Plt Jaksa Agung tidak memberikan ma­sukan?

Ya, saya tidak dalam kedu­dukan untuk memberi masukan. Pokoknya tugas saya untuk melak­sana­kan tugas itu de­ngan sebaik-baiknya sesuai ama­nah yang diberikan Presiden se­bagai Plt Jaksa Agung.

Apakah Presiden sudah mem­­beri­kan sinyal siapa Jaksa Agung yang baru?

Tak ada. Sebab, tidak dalam ka­pasitas saya untuk diajak ber­komunikasi soal Jaksa Agung yang baru toh. Saya kira Presiden punya pandangan yang lengkap dan sempurna mengenai calon Jaksa Agung itu.

Masa sih nggak ada komuni­kasi dengan Presiden?

Komunikasi dalam pengertian soal calon Jaksa Agung, itu ya, tapi pembicaraan lain sebagai Plt Jaksa Agung tentu ada pembica­raan, ya diundang bersama men­teri lain untuk hadir dalam rapat kabinet, dan sebagainya.

Tapi secara khusus dalam ma­salah pengangkatan Jaksa Agung, tak adalah karena memang tidak dalam kapasitas untuk diajak komunikasi toh.  

Kenapa nggak dalam kapa­si­tas Anda, kan sebagai Plt Jaksa Agung?

Intinya, saya tidak etis bicara itu, tidak dalam kapasitas saya menjawab soal itu. Jadi, kalau ditanya soal masalah calon dan sebagainya, saya tidak bisa mem­beri jawaban karena bukan dalam kapasitas dan tanggung jawab saja. Jadi tunggu saja, apapun proses yang ada pasti dijalankan dengan sebaiknyalah.

Tapi Anda tentu berharap Jak­sa Agung berasal dari inter­nal kan?

Mengenai siapa orangnya, asal usulnya, dan sebagainya, saya seyogyanya tidak usah komentar, nanti kontradiktif. Itu terserah Bapak Presiden saja.

Kalau Presiden mengambil dari internal, sejauhmana pe­luang Anda?

Itu Anda yang bisa menilai, saya tidak akan bisa menilai itu.

Harapan Anda seperti apa sosok Jaksa Agung mendatang?

Harapan saya kejaksaan ke depan itu harus lebih baik. Ten­tu­nya untuk mencapai itu harus ada komitmen dari kita semua aparat di kejaksaan, termasuk pe­jabat-pejabatnya untuk mela­kukan per­baikan dan penyem­pur­naan ter­hadap semua sistem yang ada.

Kalau komitmen ada, sistem­nya diperbaiki, tentu cita-cita agar kejaksaan menjadi lebih baik bisa terlaksana. Artinya ke depan itu kejaksaan harus menjadi lem­baga yang bisa dipercaya oleh masyarakat.

Majelis hakim memutuskan untuk memindahkan Gayus dari Rutan Mako Brimob ke Lembaga Pemasyarakatan Ci­pinang, bagai­mana komentar Anda?

Intinya ini merupakan bagian dari upaya untuk lebih mening­katkan pengawasan saja terha­dap Gayus. Yang penting niatan itu baik.

Apakah  pemindahan itu su­dah disampaikan kepada Anda?

Belum ada laporan secara res­mi soal pemindahan itu. Tapi niat­nya kan baik, ya silakan. Ka­lau sudah penetapan hakim, tentu segera dilaksanakan. Pe­nger­tian segera itu harus dipahami bahwa itu dalam waktu 1 X 24 jam akan kita laksanakan.

Apa dijamin Gayus tidak  ke­luar dari penjara lagi ?

Saya kira di manapun peluang itu ada. Cuma dengan adanya ke­ja­dian ini diharapkan semua pi­hak untuk ikut melakukan pe­nga­wasan. Mudah-mudahan men­jadi lebih baik.

Demi keselamatan Gayus, apa perlu selnya tersendiri?

Kalau soal itu merupakan oto­ri­tas dari kepala rumah tahanan.  Cuma harapan kita, mengingat Gayus menjadi perhatian publik, kita tentunya berharap disediakan tempat yang segi keamanannya bisa lebih terjamin. [RM]


Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Program Prabowo Tak Akan Berdampak Jika Soliditas Internal Rapuh

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:03

Prabowo Tantang Danantara Capai Return on Asset 7 Persen

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:01

Pakar: Investigasi Digital Forensik Bisa jadi Alat Penegakan Hukum Kasus Investasi

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:46

Wapres Tekankan Kuartal I Momentum Emas Sektor Pariwisata

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:40

Kapolri Siap Bangun Lebih dari 1.500 SPPG Selama 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:26

Kolaborasi Inspiratif: Dari Ilustrasi ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:20

Setnov Hadir, Bahlil Hanya Pidato Singkat di HUT Fraksi Partai Golkar DPR

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:18

Kepala BPKH: Desain Kelembagaan Sudah Tepat, Tak Perlu Ubah Struktur

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:16

Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:53

Keuangan Haji Harus Berubah, Wamenhaj Dorong Tata Kelola yang Lebih Modern

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:36

Selengkapnya