Berita

Wawancara

Haryono Umar: Kasus Gayus Bisa Saja Kami Tangani Bila Ada Kesepakatan Dengan Polri

SELASA, 23 NOVEMBER 2010 | 00:09 WIB

RMOL.Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa saja menangani kasus Gayus Tambunan, tapi tentunya harus berkoordinasi dengan Polri.

“Kasus Gayus bisa saja kami tangani bila ada kesepakatan dengan Polri. Tapi kalau tidak diminta, tentu kami tidak me­nanganinya. Sebab, kasus Gayus kan sudah ditangani kepolisian, dan kasusnya masih di persi­dangan,’’ ujar Wakil Ketua KPK, Haryono Umar, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kenapa nggak digarap saja kasus Gayus lainnya, kan tidak perlu koordinasi dengan Polri?

Tidak bisa begitu, koordinasi itu sangat penting. Selama ini  me­mang kami selalu berkoordi­nasi terus. Baik itu berkaitan dengan kasus Bank Century dan kasus-kasus lainnya.

Apa pentingnya berkoordi­nasi itu?

Ya, penting. Itu kan berdiskusi, saling memberikan pandangan dan masukan terkait penanganan kasus tersebut.

Bukannya berkoordinasi itu bisa mengarah menghambat pe­nanganan kasus, sebab di­kha­watirkan terjadi kongka­likong?

Ah, tidak seperti itu. Sesama aparat penegak hukum, koordi­nasi itu tetap diperlukan. Intinya kan saling memberi masukan, dan saling memberi info. Itu biasa saja, dan hasilnya postif saja.

Apakah yang mau ditangani itu kasus dugaan suap terhadap sem­bilan oknum polisi terkait ke­luarnya Gayus dari tahanan?

Nggaklah, bukan itu. Kalau kasus itu kan, mereka (polisi) su­dah menangani. Kita paling hanya memberikan masukan-masukan saja.

Kapan mau ketemu Kapolri untuk membahas kasus Ga­yus?

Intinya  kita bertemu dengan Kapolri untuk koordinasi secara umum. Ya, mungkin saja nanti ada pembicaraan ke kasus Gayus. Tapi intinya adalah koordinasi secara umum itu memang selama ini kita lakukan. Jadi, nggak spe­sifik membahas satu kasus. Apa­lagi pimpinan Polri juga baru,  sehingga kita hanya bersilatu­rahmi dan berkoordinasi saja.

Permintaan untuk bertemu Polri sudah sejak kapan dila­yang­kan?

Kita belum surat-suratan. Se­bab, permintaan itu nggak perlu pa­kai surat. Kita selama ini cu­kup dengan telepon-teleponan saja.

Banyak pihak yang meng­kha­watirkan KPK tidak akan mam­pu menangani kasus Ga­yus, ba­­gai­mana komentar Anda?

Ya, karena kita memang belum mengatakan akan menangani. Kita pada intinya adalah men­dorong kepolisian untuk mena­ngani itu. Kan selama ini mereka (polisi) yang menanganinya.

O ya, DPR belum melakukan  fit and proper test terhadap ca­lon pimpinan KPK, bagaimana komentar Anda?

Kita serahkan saja ke DPR, itu kan memang kewenangannya  DPR. Terserah saja, kami me­nunggu saja.

Dari dua nama calon Ketua KPK, mana yang menurut Anda berpeluang?

Aduh, dua-duanya oke, sama-sama memiliki penge­ta­huan. Yang penting adalah sia­papun yang terpilih itu bisa be­kerja de­ngan empat pimpi­nan KPK dan dengan pegawai KPK yang ada.

Tapi kan keduanya juga me­mi­liki kelemahan?

Aduh, saya sih sebenarnya nggak pernah mengenal mereka secara dekat. Tapi secara bagai­mana dia berkomitmen sih, me­reka oke-oke aja.

Apa persiapan para pegawai KPK dalam menyambut tam­ba­han pimpinan KPK itu?

Nggak ada. Biasa-biasa saja.

Dengan empat pimpinan KPK, bagaimana kinerjanya?

Ya, sudah banyak kinerja yang kami lakukan. Baik itu pe­­nin­da­kan dan pencegahan. Kalau pe­nin­dakan, sudah ba­nyak para ter­sangka baru yang terus bertam­bah. Sedangkan ka­lau pencega­han, hari ini kita me­­lakukan pen­cegahan secara menyeluruh di Papua.

Kita bergabung dan mendo­rong Kemendagri, Kemenkeu, dan KPU untuk memberikan pen­dampingan sampai terjadi­nya perubahan sistem. Yakni cara bekerja dan pertanggung ja­wa­bannya mereka, sehingga kasus-kasus korupsi tidak terjadi lagi. [RM]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya