RMOL.Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa saja menangani kasus Gayus Tambunan, tapi tentunya harus berkoordinasi dengan Polri.
“Kasus Gayus bisa saja kami tangani bila ada kesepakatan dengan Polri. Tapi kalau tidak diminta, tentu kami tidak meÂnanganinya. Sebab, kasus Gayus kan sudah ditangani kepolisian, dan kasusnya masih di persiÂdangan,’’ ujar Wakil Ketua KPK, Haryono Umar, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan selengkapnya:
Kenapa nggak digarap saja kasus Gayus lainnya, kan tidak perlu koordinasi dengan Polri?
Tidak bisa begitu, koordinasi itu sangat penting. Selama ini meÂmang kami selalu berkoordiÂnasi terus. Baik itu berkaitan dengan kasus Bank Century dan kasus-kasus lainnya.
Apa pentingnya berkoordiÂnasi itu?
Ya, penting. Itu kan berdiskusi, saling memberikan pandangan dan masukan terkait penanganan kasus tersebut.
Bukannya berkoordinasi itu bisa mengarah menghambat peÂnanganan kasus, sebab diÂkhaÂwatirkan terjadi kongkaÂlikong?
Ah, tidak seperti itu. Sesama aparat penegak hukum, koordiÂnasi itu tetap diperlukan. Intinya kan saling memberi masukan, dan saling memberi info. Itu biasa saja, dan hasilnya postif saja.
Apakah yang mau ditangani itu kasus dugaan suap terhadap semÂbilan oknum polisi terkait keÂluarnya Gayus dari tahanan?
Nggaklah, bukan itu. Kalau kasus itu kan, mereka (polisi) suÂdah menangani. Kita paling hanya memberikan masukan-masukan saja.
Kapan mau ketemu Kapolri untuk membahas kasus GaÂyus?
Intinya kita bertemu dengan Kapolri untuk koordinasi secara umum. Ya, mungkin saja nanti ada pembicaraan ke kasus Gayus. Tapi intinya adalah koordinasi secara umum itu memang selama ini kita lakukan. Jadi, nggak speÂsifik membahas satu kasus. ApaÂlagi pimpinan Polri juga baru, sehingga kita hanya bersilatuÂrahmi dan berkoordinasi saja.
Permintaan untuk bertemu Polri sudah sejak kapan dilaÂyangÂkan?
Kita belum surat-suratan. SeÂbab, permintaan itu nggak perlu paÂkai surat. Kita selama ini cuÂkup dengan telepon-teleponan saja.
Banyak pihak yang mengÂkhaÂwatirkan KPK tidak akan mamÂpu menangani kasus GaÂyus, baÂÂgaiÂmana komentar Anda?
Ya, karena kita memang belum mengatakan akan menangani. Kita pada intinya adalah menÂdorong kepolisian untuk menaÂngani itu. Kan selama ini mereka (polisi) yang menanganinya.
O ya, DPR belum melakukan fit and proper test terhadap caÂlon pimpinan KPK, bagaimana komentar Anda?
Kita serahkan saja ke DPR, itu kan memang kewenangannya DPR. Terserah saja, kami meÂnunggu saja.
Dari dua nama calon Ketua KPK, mana yang menurut Anda berpeluang?
Aduh, dua-duanya oke, sama-sama memiliki pengeÂtaÂhuan. Yang penting adalah siaÂpapun yang terpilih itu bisa beÂkerja deÂngan empat pimpiÂnan KPK dan dengan pegawai KPK yang ada.
Tapi kan keduanya juga meÂmiÂliki kelemahan?
Aduh, saya sih sebenarnya nggak pernah mengenal mereka secara dekat. Tapi secara bagaiÂmana dia berkomitmen sih, meÂreka oke-oke aja.
Apa persiapan para pegawai KPK dalam menyambut tamÂbaÂhan pimpinan KPK itu?
Nggak ada. Biasa-biasa saja.
Dengan empat pimpinan KPK, bagaimana kinerjanya?
Ya, sudah banyak kinerja yang kami lakukan. Baik itu peÂÂninÂdaÂkan dan pencegahan. Kalau peÂninÂdakan, sudah baÂnyak para terÂsangka baru yang terus bertamÂbah. Sedangkan kaÂlau pencegaÂhan, hari ini kita meÂÂlakukan penÂcegahan secara menyeluruh di Papua.
Kita bergabung dan mendoÂrong Kemendagri, Kemenkeu, dan KPU untuk memberikan penÂdampingan sampai terjadiÂnya perubahan sistem. Yakni cara bekerja dan pertanggung jaÂwaÂbannya mereka, sehingga kasus-kasus korupsi tidak terjadi lagi. [RM]