Berita

habib rizieq/ist

TKI DIBUNUH

FPI: Arab Saudi Kembali ke Zaman Jahiliyyah

SENIN, 22 NOVEMBER 2010 | 08:19 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Protes terhadap aksi penganiayaan, pemerkosaan hingga pembunuhuan yang dialami tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi terus berlanjut.

Hari ini giliran Front Pembela Islam yang akan turun ke Jalan memprotes penganiayaan terhap Sumiati dan pembunuhan atas Kikim Komalasari oleh masing-masing majikan dua TKI tersebut.

Dalam aksi yang dimulai pada pukul 10.00 WIB ini, FPI yang diikuti langsung oleh Ketua Umum FPI Habib Rizieq mendatangi tiga lokasi. Pertama FPI akan mendatangi gedung Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Jalan Jendral Gatot Subroto Kav 51 Jakarta Pusat.


Selanjutnya, Asosiasi Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) di Jalan Raya Mampang Prapatan, Warung Buncit, Jakarta Selatan nomor 126 yang disambangi massa Habib Rizieq ini. Sedangkan terakhir, FPI akan mendemo kantor Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia di Jalan MT Haryono.

Ketua FPI Jakarta, Habib Salim menegaskan, setidaknya ada tiga tuntutan utama massa FPI hari ini. FPI meminta agar Apjati yang memberangkat tenaga kerja wanita untuk didampingi muhrimnya. Karena dia yakin, aksi kekerasan, pemerkosaan hingga pembunuhan, karena TKW tidak disertai muhrim.

Kedua, FPI mendesak pemerintah untuk respons dengan cepat setiap kabar adanya TKW yang mendapat perlakuan tidak baik di negara Tempatan.  "Contoh itu pemerintah filipina, presidennya turun langsung untuk mengadvokasi rakyatnya di Arab Saudi," tegas Habib Salim kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.

Untuk Arab Saudi, FPI menyesalkan kelakuan warganya yang tidak punya perikemanusiaan. FPI mendesak kerajaan Arab Saudi untuk menemukan dan menghukum majikan Kikim dan Sumati. Karena dia melihat kelakuan sebagian warga Arab Saudi ini seperti pada zaman jahiliyyah yaitu ketika Nabi Muhammad belum diturunkan.

"Ya bisa jadi sudah seperti zaman jahiliyyah," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya