Berita

bambang soesatyo/ist

GAYUS BERTEMU ICAL?

Presiden SBY Tak Boleh Biarkan Anak Buahnya Main Kotor!

SENIN, 22 NOVEMBER 2010 | 07:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kader-kader Partai Golkar tidak terima kepergian Gayus HP Tambunan ke Bali dikaitkan dengan ketua umumnya, Aburizal Bakrie. Kader partai beringin ini mencium Ical sengaja dijebak lewa sebuah konspirasi.

"Ada indikasi Kasus Gayus plesiran ke Bali sebagai hasil rekayasa oleh sebuah konspirasi yang melibatkan oknum di lingkar satu Istana untuk memerangkap Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie," ujar Wakil Bendahara Umum Bambang Soesatyo melalui pesan singkat yang diterima Rakyat Merdeka Online Minggu malam (22/11).

Dalam catatan Bamsoet, panggilan akrabnya, bukan baru kali ini saja oknum lingkar satu Istana melakukan pekerjaan kotor. Ketika DPR menyiapkan pembentukan Panitia Khusus Hak Angket DPR untuk Skandal Bank Century, seorang pembantu Presiden juga tampil menyerang dan melancarkan tuduhan ke sejumlah anggota DPR.


Dalam kasus Gayus, Kader Partai Golkar curiga ada oknum Istana yang terus menebar cerita bahwa Ketum Partai Golkar bertemu Gayus di Bali. Dalam konteks itu, Kader Partai Golkar menduga ada oknum di kantor Istana melakukan pekerjaan kotor untuk memperlemah posisi Partai Golkar.

"Presiden dan Wakil Presiden tidak boleh membiarkan para pembantu terdekatnya melakukan pekerjaan kotor," tegasnya.

Anggota Komisi III DPR ini menilai pembantu Presiden sepertinya dibiarkan liar bermanuver untuk kepentingan politik praktis pemerintah. Kalau kecenderungan ini terus dibiarkan, akan muncul kesan bahwa pemerintahan ini represif.

"Sebab, para pembantu terdekat Presiden sering menebar ancaman dengan melancarkan tuduhan-tuduhan terhadap elemen-elemen masyarakat yang kritis," demikian Bamsoet. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya