Berita

Sumiati

TKI DISIKSA

Pemerintah Harus Ikut Campur Pengiriman TKI!

KAMIS, 18 NOVEMBER 2010 | 09:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Penganiayaan terhadap tenaga kerja Indonesia di luar negeri sepertinya tidak kunjung berkahir. Terakhir penganiayaan yang dialami Sumiati, TKI asal Kabupaten Dompu, Bima, Nusa Tenggara Barat oleh majikannya di Arab Saudi.

Anggota Komisi XI DPR, yang membidangi masalah tenaga kerja, Hong Ali Saputra Pohan, mengungkapkan ada dua hal kenapa hal itu terjadi.

"Terjadinya penyiksaan itu karena dua arah. Pertama karena kekejaman majikan. Kedua TKI yang dikirim tidak bisa kerja, asal dikirim saja sehingga menimbulkan interaksi yang tidak baik (antara majikan dan TKI)," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 18/11).


Untuk meredam hal yang sama kembali terjadi, politisi PAN ini mengatakan, persoalan dalam negeri harus segera diselesaikan. Pemerintah harus campur tangan dalam hal pengiriman dan pengaturan TKI. "Tidak seperti sekarang asal-asalan, kebanyakan PJTKI yang banyak berperan. PJTKI banyak yang tidak beres. Seharusnya pemerintah mengambil tindakan," tegasnya.

Karena itu, dia mengatakan, harus diketahui terlebih dahulu, Sumiyati dikirim melalui PJTKI mana. Setelah itu, harus diproses, apakah pengirimannya sudah sesuai prosedur. "Karena saya dengar dalam perekrutan TKI itu peranan calo banyak. Bahkan kadang-kadang umur dipalsukan, kesehatannya disulap," ujarnya.

Makanya ke depan, TKI yang akan dikirm ke luar negeri harus memiliki keterampilan yang mumpuni sehingga langsung bisa bekerja. Ujarnya tanpa menuding bahwa Sumiyati tidak punya keterampilan. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya