Berita

irwan prayitno/ist

TSUNAMI MENTAWAI

Presiden PKS: Jangan Gubernur Sumbar Saja yang Dipersoalkan

SELASA, 16 NOVEMBER 2010 | 10:06 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq tidak mempermasalahkan bila anggota Komisi II DPR memanggil Gabernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.  Menurutnya, DPR berhak memanggil siapa pun untuk dimintai keterangan yang diatur dalam undang undang.

Komisi II DPR berencana akan memanggil Irwan terkait dengan kepergiannya ke Jerman pada saat warga Mentawai Sumbar, sedang menghadapi musibah gempa dan tsunami pada tiga pekan lalu.

"Ya tidak apa-apa. Adalah hak Komisi untuk memanggil siapa pun yang dijamin oleh undang undang. Tetapi soal Pak Irwan, dia sudah menjalankan prosedur yang semestinya untuk menjalankan tugasnya," ujar Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq kepada Rakyat Merdeka Online.


Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan Irwan pergi ke Jerman tidak mendapatkan ijin dari dari Presiden. Terkait hal itu, Luthi tidak mau menanggapi. "Ya, itu bisa dicek apakah benar dia sudah mengajukan (ijin) atau belum," elaknya.

Irwan tidak hanya sendiri berangkat ke Jerman untuk menghadiri acara bussines day itu. Selain Irwan juga ada lima gubernur lainnya yang turut serta. "Jangan fokus kepada Pak Irwan saja. Dan itu pertemuan resmi dan dia (Irwan) di Jerman cuma 1,5 hari dan langsung pulang," katanya melakukan pembelaan.

Luthi Ishaq tidak menjawab apakah PKS mendapatkan informasi dari Irwan bahwa ke Jerman telah mendapatkan ijin dari Presiden. Dia berasalan tidak mau mencampuri mekanisme pemerintahan soal perijinan. Karena itu soal administrasi pemerintahan.
 
"Tapi yang pasti, pertemuan itu resmi dan diikuti enam gubernur. Seluruhnya sudah memproses administrasi yang harus mereka jalankan," katanya lagi. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya