Berita

Wawancara

WAWANCARA

Mas Achmad Santosa, 7 Hari Lagi Kami Sudah Simpulkan Gayus Bertemu Siapa Saja Di Bali

SELASA, 16 NOVEMBER 2010 | 07:40 WIB

RMOL. Sudah tiga hari, Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum menelusuri keluarnya terdakwa kasus pajak, Gayus Tambunan, dari Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Tapi hingga kini belum terlihat hasilnya. Padahal, targetnya sam­pai  22 November 2010 sudah se­lesai penelusuran tim yang terdiri dari tujuh orang tersebut.   

“Kami sedang mengumpulkan fakta, apa yang sesungguhnya terjadi. Sebab,  informasi soal ini masih simpang siur,” kata anggota Satgas Mafia Hukum, Mas Achmad Santosa, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:


Berikut kutipan selengkapnya:

Bagaimana hasil dari pe­ne­lusuran tim ini?
 Belum bisa disimpulkan ya, kan masih berjalan.

Apa yang sedang dilakukan sekarang?
Sekarang sedang mengumpul­kan fakta. Ini kan tim pencari fakta yang berkaitan dengan siapa saja yang terlibat dengan kebe­rang­katan Gayus ke Bali dan ke­luar dari tahanan. Bertemu dengan siapa saja, apa kegiatan­nya. Di situ kita kelihatan mo­dusnya apa. Dan tim kami masih bekerja.

Kapan disimpulkan?
Ya, secepat mungkinlah.

Targetnya?
Dalam 7 hari ini mudah-mu­dahan ada hal yang signifikan.

Berarti 7 hari lagi sudah bisa disimpulkan dong Gayus ber­temu siapa saja di Bali?
Ya, mudah-mudahan tim ini bisa membongkar semuanya.

Hasilnya nanti diapain?
Diserahkan ke aparat hukum, mereka yang akan menindak­lanjutinya. Kami ini kan hanya membantu saja.

Siapa saja anggota tim inves­tigasi Gayus?
Internal saja. Saya nggak mau menyebutkan nama-namanya.

Anggotanya ada berapa?
7 orang. Mereka sekarang ini sedang ke lapangan. Sedangkan polisi juga sedang melakukan pekerjaannya dan sudah punya progres yang bagus. Kita juga akan memberikan data-data yang akan melengkapi.

Apa itu?
Terutama tentang saran-saran untuk perbaikan itu sangat perlu.

Siapa ketua tim investigasi itu?
Salah satu dari staf kami. Na­manya nggak boleh disebut dong.

Mengapa begitu?
Sebab, tim ini tidak boleh dikenal orang.

Mekanisme kerjanya se­perti apa?
Sekarang sedang bekerja, gitu aja. Semua sumber informasi yang kira-kira penting akan ditanyai.

Kasus Gayus ini dikaitkan de­ngan salah satu tokoh par­pol, bagaimana menurut Anda?
Kita tidak boleh berspekulasi. Satgas berusaha menelusuri apa yang terjadi. Nanti tugas penyidik untuk menindaklanjuti.

Anda sebelumnya pernah mensinyalir...
Saya nggak pernah mengata­kan bahwa Gayus menemui tokoh parpol.

O ya, Anda sebelum­nya me­yakini bah­wa Gayus yang pergi ke Bali itu, sekarang su­dah ter­bukti, se­nang ya?
Ha ha ha. Saya kan kenal dia, dan pernah bertemu berkali-kali.

Ketemu di mana?
Terakhir saya ketemu waktu menjadi saksi di persidangannya. Nah, kemudian saya melihat dia, ya mirip dengan foto tersebut. Dan ternyata benar kan.

Kenapa Anda begitu yakin?
Saya kira karena kemiripan saja. Tapi kan saya memberikan saran dan usulan agar digunakan metoda forensik atau metoda yang menggunakan software dan lain sebagainya, sehingga kalau misalnya, ada penyangkalan, ya nggak bisa lagi. Sebab, bisa di­buktikan.

Kabarnya Anda sore ini (ke­marin) mau ketemu Menkum­ham ya?
Ya, tentang perbaikan terkait rumah tahanan (Rutan). Sebab, Rutan itu tanggung jawab dari Kemenkumham.

Berarti Rutan harus diken­dalikan Kemenkumham?
Ya, saya kira bagaimana kita mengembangkan sistem kerja yang bisa mengoptimalkan peran dari Kemenkumham.   [RM]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya