Berita

Aung San Suu Kyi/ist

Dunia

Setelah Obama dan Pemimpin Dunia, Giliran Kader Cak Imin Puji Aung San Suu Kyi

SENIN, 15 NOVEMBER 2010 | 07:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pemimpin demokrasi Birma Aung San Suu Kyi dibebaskan oleh junta militer Birma pada Sabtu kemarin. Pembebasan ini disambut baik banyak kalangan dunia.

Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama, yang juga menyambut baik pembebasan pendiri partai Liga Nasional bagi Demokrasi, menyebut Aung San Suu Kyi sebagai umber inspirasi bagi siapa saja yang memperjuangkan hak asasi manusia di Birma dan di seluruh dunia.

Dari dalam negeri, beberapa tokoh politik juga menyambut baik pembebasan pemenang nobel perdamaian dunia itu. Salah satunya adalah Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB, M. Hanif Dhakiri. Kader Muhaimin Iskandar ini mendukung pembebasan pemimpin oposisi itu dari tahanan rumah.


"Saya mendukung penuh dan memberikan apresiasi atas pembebasan Aung San Suu Kyi. Itu perkembangan bagus buat demokrasi di Myanmar", katanya dalam keterangan pers yang diterima Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 15/11).


Lebih lanjut Hanif menyatakan kekhawatirannya atas sikap pemerintah junta militer Myanmar yang membebaskan Suu Kyi dengan sejumlah ketidakjelasan, terutama menyangkut jaminan keamanan dan kepastian akan pembebasannya secara keseluruhan.

"Kita berharap pemerintah Myanmar membebaskan Suu Kyi tanpa syarat dan memberikan jaminan atas keselamatannya semenjak ia dibebaskan. Saya kira ini penting untuk memberikan kepastian politik di Myanmar sehingga bisa makin produktif untuk demokratisasi di sana", imbuhnya.

Dalam pandangan politisi muda PKB ini, Aung San Suu Kyi merupakan
salah satu ikon demokrasi dunia yang konsisten dengan perjuangannya dalam mewujudkan demokrasi Myanmar dengan menggunakan cara-cara demokratis yang jauh dari kekerasan.

"Kita bisa belajar banyak dari pengalaman panjang Aung San Suu Kyi dalam menegakkan panji-panji demokrasi melalui jalur non-kekerasan dan gerakan politik yang berada dalam koridor sistem politik nasional. Kita lihat itu menyakitkan buat Suu Kyi tetapi ia bertahan dengan prinsip demokrasi dan anti-kekerasannya. Itu luar biasa dan pantas diteladani," tandas dia. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya