Gayus Tambunan/ist
Gayus Tambunan/ist
RMOL.Penyidik khusus bentukan Mabes Polri yang ditugaskan meneliti akurasi foto mirip Gayus Tambunan mulai menarik kesimpulan sementara. Isinya, foto jepretan wartawan di Bali identik dengan wajah asli Gayus. Pengumpulan bukti terkait keberadaan Gayus di Bali ini juga dilakukan polisi dengan menurunkan tim gabungan Mabes Polri, Polda Metro dan Polda Bali.
Identifikasi atas foto mirip Gayus Tambunan yang tengah meÂnyaksikan pertandingan tenis di Nusa Dua, Bali digeber keÂpolisian. Hingga Jumat (12/11) peÂtang, tim forensik kepolisian yang meneliti lekak-lekuk wajah GaÂyus menarik kesimpulan seÂmentara kalau struktur wajah GaÂyus identik dengan gambar dalam foto hasil jepretan wartawan KomÂpas, Agus Susanto.
Proses identifikasi foto wajah mirip Gayus ini dikemukakan salah satu anggota tim forensik Mabes Polri. Kepada Rakyat Merdeka, pria berpangkat dua melati di pundaknya itu meÂnyeÂbutÂkan, proses pencocokan wajah daÂlam foto dengan wajah asli GaÂyus dilakukan timnya selama kuÂrang lebih dua hari. “Sudah kita mulai sejak dibentuk tim khusus pada Rabu sore lalu. Jumat ini selesai dan hasilnya baru akan dilaporkan kepada Kabareskrim,†ujarnya.
Ia menyebutkan, klasifikasi atas bentuk dan ukuran wajah mirip Gayus ditempuh timnya deÂngan mengambil sampel bentuk wajah asli Gayus di Rutan Mako Brimob. “Pengukuran detil waÂjahÂnya dilakukan bersamaan deÂngan pemeriksaan dia,†jelasnya. Lebih jauh, proses analisa wajah mirip Gayus dilakukan tim foÂrenÂsik kepolisian melalui peÂnguÂkurÂan lebar bagian batok kepala, dahi, bentuk alis, bentuk bibir, mata, hidung hingga dagu Gayus.
Sumber menolak merinci teknis pengambilan sampel ukurÂan wajah Gayus ini secara terÂpeÂrinci. Menurutnya, trik yang dilakukan jajarannya tidak bisa disampaikan lantaran meÂnyangÂkut teknis penyelidikan. Ia meÂmastikan, jajaran forensik secara umum melakukan penyusuran meÂnggunakan metode manual. “Dalam penyelidikan melalui pendekatan manual, kita menarik kesimpulan kalau wajah dalam foto itu identik dengan wajah asli Gayus,†terangnya.
Sementara penyelidikan lain yang dilaksanakan jajaran Sat-Cybercrime ditempuh melalui teknologi digital alias modern. “Pencocokan wajah juga diÂlaÂkuÂkan dengan pendekatan melalui komÂputer. Penyelidikan secara garis besar dilaksanakan melalui teknik analisa digital,†terang anggota tim Sat-cyber-Crime Baresrim Mabes Polri yang ogah diÂseÂbutÂkan naÂmanya. Ia merinci, penÂyeÂlidikÂan daÂlam upaya menÂcoÂcokÂan waÂjah Gayus yang meÂmanÂÂfaatÂkan tekÂnologi digital, dilaÂkÂsaÂnaÂkan dengan pendekatan reÂkaÂyasa gamÂbar.
Secara singkat katanya, proses penyelidikan lewat rekayasa gambar dilakukan dengan cara memberikan berbagai atribut di wajah Gayus. “Dilengkapi ramÂbut gondrong, kacamata, kumis, sampai berambut gundul,†akunya. Namun berbeda dengan hasil analisa yang dilakukan oleh tim forensik yang menyebut gamÂbar dalam foto identik dengan wajah asli Gayus. Hasil peÂnyeÂliÂdiÂkan jajaran Sat Cyber-Crime samÂÂÂpai Jumat malam masih diÂraÂhaÂsiakan. “Kesimpulan tim nanti akan diserahkan dulu ke KaÂbaresÂkrim,†katanya.
Ketika dikonfirmasi seputar info identiknya foto sosok Gayus Tambunan yang tertangkap kaÂmera dengan wajah asli Gayus, Karo-Penmas Mabes Polri BrigÂjen I Ketut Untung Yoga Anna meÂngaku belum tahu. Ia meÂnÂjeÂlasÂkan, pihaknya belum meÂneÂrima tembusan atas hasil peÂnyeÂlidikan yang dilakukan tim foÂrensik dan cyber crime keÂpoÂlisian.
“Masih diteliti oleh tim keÂpolisian,†katanya. Guna meÂmasÂtikan apakah foto hasil jepretan warÂtawan tersebut identik dengan waÂjah asli Gayus, bekas Kapolres Metro Tangerang ini juga meÂmasÂtikan, kepolisian terlebih dahulu akan memintai bantuan ahli dan memintai tanggapan saksi ahli terkait hal ini. “Untuk foto polisi perlu bekerja dengan meÂnanÂyaÂkan kepada ahlinya. Kalau sudah ada hasilnya secara jelas, akan kami sampaikan.â€
Kadiv-Telematika Mabes Polri Irjen Yudi S pun memilih tidak banyak komentar menanggapi proÂses penyelidikan yang diÂlaÂkuÂkan jajaran forensik dan cyÂberÂcrime kepolisian. Dia bilang, penÂyelidikan atas foto mirip Gayus ini masih diselidiki. “Belum selesai. Nanti, nanti,†kelitnya.
Sementara pengamat teÂleÂmaÂtika Roy Suryo mengklasifikasi, keaÂslian foto tidak bisa diragukan lagi. Lalu, telaah dia, foto mirip GÂayus itu juga identik dengan wajah Gayus. “Mirip,†katanya seraya menambahkan, kalau dianalisa secara detail, foto terÂsebut asli, alias tidak meÂnganÂdung unsur rekayasa digital.
Mengorek Keterangan Sopir Gayus
Teka-teki seputar kebenaran Gayus Tambunan sempat berada di Bali menjadi PR besar keÂpoÂlisiÂan. Polisi juga bakal mengorek keÂterangan saksi-saksi, seperti soÂpir Gayus serta wartawan foto yang menjepret wajah orang mirip Gayus itu.
Kadivhumas Mabes Polri Irjen Iskandar Hasan belum berani memastikan bahwa foto mirip Gayus otentik atau identik deÂngan Gayus. Alasannya, jika beÂnar Gayus pergi ke Bali, maka dia membutuhkan waktu beÂbeÂrapa hari meninggalkan tahanan. “KaÂlau foto belum bisa dijadikan seÂbagai barang bukti utama,†ujarnya.
Diperlukan penyelidikan yang tingkat akurasinya mutlak bisa dipertanggungÂjawabkan. Menurut dia, perkara Gayus pernah atau sering meninggalkan selnya sudah terjawab melalui penindakan terhadap sembilan personil kepolisian yang menjaga Rutan Mako Brimob.
“Ia diberi izin ke luar. Ini tidak sesuai prosedur,†jelasnya. ApaÂlagi, sambungnya, setelah diusut-usut ternyata petugas kepolisian diduga menerima aliran dana suap dari Gayus.
Lebih jauh terkait dengan penelusuran keaslian foto dan jejak Gayus di Bali, Karo-PenÂmas Mabes Polri Brigjen I Ketut Untung Yoga Anna menÂjelasÂkan, kepolisan akan segera meÂmanggil sopir pribadi Gayus dan juru foto yag menjepret wajah orang mirip Gayus di Bali.
Sambung Ketut, pemanggilan setiap saksi akan diatur sesuai prosedur pemeriksaan yang berlaku di Mabes Polri. Namun, ia mengaku belum tahu kapan agenda pemeriksaan tersebut. “Kalau manggil itu ada prosedurÂnya, sekarang dipanggil dalam tenggang waktu 3x24 jam itu harus dimaklumi. Itu berÂdaÂsarÂkan aturan undang-undang,†jeÂlasÂnya seraya menambahkan, ke deÂpanÂnÂya penyidik akan menÂcerÂmati setiap perkembangan di laÂpanÂgÂan.
Diharapkannya, melalui peÂneÂlusuran intensif jajarannya, keÂpolisian bakal mendapatkan keÂteÂrangan tidak hanya terkait deÂngan foto mirip Gayus saja. DiÂharapÂkan, siapa saja pihak lain yang terlibat akan ketahuan. “Kita sudah bentuk tim yang akan menyelidiki hal ini,†tandasnya.
Sebagaimana diketahui seÂbeÂlumÂnya, Gayus disebut-sebut semÂpat meninggalkan selnya di Rutan Mako Brimob Jumat 5 November untuk berobat. Tapi, dia diduga tidak hanya berobat. Dia disebutkan kepolisian juga semÂpat pulang alias mampir ke ruÂmahÂnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Berharap Penyelidikan Akurat Dan Cepat
Supriyadi, Pengamat Telematika
Penyelidikan atas otenÂtiÂfiÂkasi gambar atau foto memÂbutuhkan keakurasian yang sangat kompleks. Sedikit saja meÂleset, hasilnya akan terÂdisÂtorsi alias tidak akurat.
Selain buÂtuh kecermatan dan kejelian dalam meneliti obyek foto yang terekam lensa, diÂperÂluÂkan juga waktu ekstra saat meÂnilai dan memÂbanÂdingÂkan keÂasÂlian foto dengan obyek asliÂnya.
Keterangan mengenai lanÂgÂkah penyelidikan dan peÂnÂcocoÂkan gambar foto Gayus ini diÂsamÂpaikan pengamat teÂleÂmaÂtika Supiyadi. Menurutnya, penÂÂyelidikan mengenai hal ini secara garis besar biasa diÂlaÂkuÂkan lewat metode manual mauÂpun digital.
“Tingkat ketepatan dan akurasinya bisa diukur meÂlalui metode digital,†ujarnya. NaÂmun demikian, penggunaan tekÂnik lama seperti analisa forensik diyakininya juga mamÂpÂu memberikan hasil optimal.
Menurut dia, baik cara maÂnual maupun digital biasanya diÂlakukan kepolisian guna menÂcari dan menggali bukti seÂbanyak-banyaknya. Dalam peÂneÂlitian menggunakan meÂtode digital, sambungnya, meÂmunÂgÂkinÂkan penyidik keÂpolisian melakukan berbagai langÂkah dalam meneliti obyek yang dijadikan target peÂnÂyeÂliÂdiÂkan.
Berbagai metode atau cara-cara itu antara lain bisa diÂlakÂsaÂnakan menggunakan teknik maÂnipulasi digital. Untuk menÂdapatkan hasil maksimal dalam menÂcocokan gambar atau foto obyek yang diteliti, penyidik umumnya melakukan uji coba seperti menambah aksesoris pada obyek foto.
Dari situ, imbuhnya, nantinya analisa dan pengamatan intensif yang dilandasi bukti-bukti dan temuan hasil penyelidikan yang menggunakan metode manual akan dicocokan. “Dari situ penÂyidik mengambil keÂsimÂpulan apaÂkah gambar itu otenik deÂngan orang yang asli atau tiÂdak,†terangnya seraya berÂhaÂrap, penyingkapan kasus foto miÂrip Gayus bisa dilakukan keÂpoÂlisian dengan cepat.
Bekas Kadiv-Telematika Polri ini mengingatkan, upaya meÂmbukikan keberadaan GaÂyus yang sempat nglencer ke Bali harus didukung dengan hasil kerja unsur kesatuan lain seÂperti reskrim yang meÂngunaÂkan teknik penyelidikan dan penÂyidikan melalui proses peÂmangÂgilÂan saksi-saksi.
Ini Peristiwa Yang Memalukan
Eva Kusuma Sundari, Anggota Komisi III DPR
Foto pria mirip Gayus TamÂbunan nonton tenis di Bali memÂbuat Polri kalang kabut. TamÂparan bagi Kapolri Timur PraÂdopo ini hendaknya cepat dituntaskan agar kredibilitas kepolisian di masyarakat tidak makin hancur-lebur. Fungsi pengawasan dari atasan ke bawahan pun menjadi sorotan.
“Ini presden yang amat meÂmalukan. Gayus yang sudah terÂlibat perkara mafia pajak dan diÂtahan masih bisa bebas dan meÂlakuÂkan tindak pidana penÂyuaÂpan pada aparat. Ini tragis,†ujar angÂgota Komisi III DPR Eva Kusuma S.
Dia bahkan memberikan penilaian, polah maupun tindak tanduk Gayus yang menyedot perhatian khalayak belakangan ini, membuat upaya penegakan hukum oleh kepolisian sampai pada titik nadir.
Diuraikan, masih bisa beÂbasÂnya Gayus mempermainkan apaÂrÂat penegak hukum ini, diÂduga dilatari masih adanya gemÂbong mafia yang berada di beÂlakang Gayus. Untuk itu, ia meÂminta Kapolri Jenderal Timur Pradopo menyingkap misteri kasus ini sampai tuntas. “Ungkap semua yang terlibat dan tuntaskan sampai ke akar-akanya,†tegasnya.
Ia pun mencermati, dalam perÂkara Gayus ini selalu saja piÂhak yang menjadi teman atau konÂco Gayus melakukan aksi keÂjahatannya adalah aparat tingkat bawah. Atas indikasi ini, ia menilai, sikap petingi, khususÂnya kepolisian masih sangat lemah dalam mengawasi kerÂja anak buahnya.
Jangan-jangan, duganya, peÂtinggi-petinggi kepolisian seÂkarang ini lebih memilih meÂneÂrima laporan saja ketimÂbang meÂngecek kebenaran laporan anak buahnya. DengÂan keÂcenÂdeÂrungÂan yang demiÂkian, maka para petinggi keÂpoÂlisian itu seÂringÂkali tidak tahu adanya peÂnyimÂpangan oleh anak buahÂnya.
“Lihat saja pada kasus Gayus sebelumnya. Yang terseret itu Kompol Arafat dan AKP Sri Sumartini, sekarang ada lagi sembilan anggota kepolisian yang berasal dari tingkat bawah juga terseret kasus Gayus. ArÂtiÂnya dari situ, ada semacam peÂngaÂwasan yang kurang dari atasan,†ujarnya.
Karenanya pula, bilang politisi PDIP ini, para petinggi kepolisian tidak boleh terlena haÂnya menerima laporan dari anak buahnya. Budaya hilang keÂndali atasan seperti inilah yang menurut dia, harus bisa dikikis atau dihilangkan oleh para personel kepolisian yang saat ini menempati pos-pos sebagai pimpinan kepolisian. [RM]
Populer
Senin, 23 Maret 2026 | 01:38
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50
Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12
Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15
UPDATE
Minggu, 29 Maret 2026 | 10:20
Minggu, 29 Maret 2026 | 10:13
Minggu, 29 Maret 2026 | 09:25
Minggu, 29 Maret 2026 | 09:22
Minggu, 29 Maret 2026 | 09:01
Minggu, 29 Maret 2026 | 08:46
Minggu, 29 Maret 2026 | 08:32
Minggu, 29 Maret 2026 | 08:10
Minggu, 29 Maret 2026 | 07:30
Minggu, 29 Maret 2026 | 07:15