RMOL. Gubernur Jawa Timur Soekarwo segera mengirimkan surat ke Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, terkait belum diloloskannya bekas Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai pahlawan nasional.
“Inti suratnya nanti memÂpertanyakan, apa alasan belum diloloskannya Gus Dur menjadi pahlawan nasional. Ini bukan surat protes, tapi memperÂtanyaÂkan apa saja kekurangannya,†kata Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Berikut kutipan wawancara dengan keponakan Gus Dur itu :
Kapan persisnya dikirim suÂratnya?Secepatnyalah. Ini sebagai bentuk untuk memperjuangkan aspirasi Jawa Timur yang mengÂhendaki agar Gus Dur diberi gelar pahlawan.
Anda kecewa ya?
Bukan kecewa ya. Saya ini beÂlum tahu alasannya apa. Nanti kita akan berjuang lagi. Ya ini keputusan, harus kita terima, tapi nanti kita akan cek. Kita akan kirim surat kenapa kok Gus Dur belum diterima jadi pahlawan nasional.
Apa selama ini Anda sudah berusaha memperÂjuangkanÂnya?Posisi saya kan sebagai Wakil Gubernur ya. Saya sudah beruÂsaha untuk mengupayakan ini, tapi mau gimana. Keluarga Gus Dur sih memang nggak perlu, nggak terlalu butuh gelar pahlaÂwan itu. Tapi ini kan permintaan masyarakat, melalui proses dari bawah sampai ke atas. Jelas siapa yang mengajukan, yang urus juga jelas, semua jelas untuk Gus Dur.
Menurut Anda, apa kira-kira penghambatnya?Saya tidak mau berÂspeÂkulasi. Banyak yang menganggap ini karena bersaÂmaan diajukan dengan Pak Harto yang sama-sama bekas presiden, tapi saya tidak mau berspekulasi.
Anda optimistis kalau gelar keÂpahlawanan buat Gus Dur akan ditetapkan jika diusulkan tidak bersama dengan SoeÂharto?Saya tidak dalam kapasitas mengomentari Pak Harto ya.
Kapan lagi akan diperjuangÂkan?Ya, tahun depan. Kita masih optimistis tahun depan bisa diÂterima. Sebab, kita akan perbaiki terus, kita akan dorong terus.
Apa yakin lolos?Ya, kita lengkapi semua syarat-syaratnya. Sebenarnya persyaraÂtan yang diajukan itu sudah kita perbaiki dan perbaiki terus, tapi kok belum juga diÂtetapkan. SeÂmua kerja hampir satu tahun ya, setelah dinyatakan clear pada bulan Oktober, kita anggap ini sudah selesai. Bahkan saya perÂnah bikin statemen bahÂwa Gus Dur sudah cukup syarat untuk menjadi pahlawan naÂsional.
Bagaimana dengan keÂluarÂga?Di keluarga sih nggak terlalu ngotot gitu. Nggaklah. Ini kan cuma aspirasi, nanti selebihnya memang yang menentukan adaÂlah pemerintah pusat.
[RM]