Berita

Adnan Buyung Nasution/ist

SUAP MK?

Jimly Kaget Adnan Buyung Nasution Masuk Dalam Tim Refly

JUMAT, 12 NOVEMBER 2010 | 10:09 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Penuntasan dugaan adanya percobaan praktik suap di Mahkamah Konstitusi berdasarkan tulisan pengamat hukum Refly Harun di harian Kompas pada 25 Oktober lalu merupakan masalah kecil. Karena itu tak perlu dibesar-besarkan.

"Ya pokoknya kan mereka bisa selesaikan sendiri. Itu soal spelele tidak usah diperbesar. Agar tidak menyimpang kemana-mana. Saya rasa lebih bijaksana kalau dipersempit masalahnya jangan diperlebar," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ashshiddiqie kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 12/11).

Dia mengatakan itu, karena melihat pemberitaan media seputar hal tersebut hampir setiap hari. Selain itu juga Tim Investigasi untuk mengungkap kasus mafia perkara dan suap Mahkamah Konstitusi (MK) yang dibentuk oleh Ketua MK Mahfud MD menurutnya di luar bayangannya sebelumnya.


"Ya (pembentukan tim) baik. Itukan sebagai upaya klarifikasi. Tapi tidak usah dibikin serius. Saya kaget juga ada nama Buyung. Jadi seolah-olah tim investigasi serius banget nih. Tapi sudah lah," Jimly pasrah.

Selain Adnan Buyung Nasution, juga masuk dalam tim yang diketuai Refly itu sendiri adalah Bambang Harymurti, Bambang Widjojanto dan Saldi Isra.

Jimly menyebutkan, dengan adanya kasus itu, menjadi pembelajaran bagi Refly sendiri dan pengamat-pengamat lainnya ketika mengungkapkan pendapat. Namun, dia juga mengingatkan, sebaiknya MK juga tidak berlebihan dalam menanggapinya. Saat ini, katanya, Refly tinggal mengungkap saja apa yang menjadi pokok persoalan. Tidak usah melebar ke kasus-kasus lain.

"Kita ini kan manusia, kalau dikorek-korek terus pasti ada juga salahnya. Maka fokus saja," Jimly menyarankan. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya