Berita

jimly asshiddiqie/ist

Bintang Mahaputera untuk Ibunda Obama Wajar, Tak Usah Diributkan

JUMAT, 12 NOVEMBER 2010 | 08:37 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pemberian Bintang Mahaputera merupakan hal yang biasa diberikan oleh sebuah negara terhadap warga negara asing yang telah berperan dan berkontribusi terhadap sebuah negara.

Tak terkecuali Bintang Mahaputera yang diberikan pemerintah Indonesia kepada Ibunda Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Stanley Ann Dunham, pada Selasa malam lalu.

"Itu adalah kebiasan bagi setip negara memberikan penghargaan bintang kepada orang orang asing yang pernah berjasa dan berperan bagi bangsa kita. Pejabat kita juga sering mendapat penghargaan dari negara asing," jelas anggota Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Kehormatan Jimly Ashshiddiqie kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 12/11).


Jimly menjelaskan, ada dua pertimbangan kenapa Ibunda Obama itu diberikan Bintang Mahaputra. Pertama, Ann Dunham pada tahun 1960-an sampai 1970-an telah berperan aktif dalam memberikan konsultasi kebijakan mikro finansial dan mikro kredit. Meski bukan sendirian, tapi Ann Dunham merupakan orang yang pertama melakukan hal tersebut.

"Kalau yang pertama memberi mengenai mikro kredit kecil, kan luar biasa itu. Dia telah melakukan sesuatu yang di kemudian hari kita praktikkan," jelas Jimly.

Alasan kedua, masih kata Jimly, pemberian gelar itu sebagai bagian dari upaya diplomasi untuk merekatkan hubungan Amerika Serikat dan Indonesia. Sebuah negara, katanya, sering memberikan penghargaan yang kira-kira bisa membantu untuk mempererat hubungan kedua negara.

"Dua-duanya (berjasa dan diplomasi) jadi pertimbangan. Kalau hanya berjasa, tidak ada kepentingan diplomasinya, tentu kurang juga nilainya," Jimly menambahkan.

Karena itu, Jimly mengajak semua pihak untuk tidak meributkan atau mempermasalahkan pemberian gelar Bintang Mahaputra yang diterima langsung oleh Obama pada saat berkunjung ke Indonesia pada Selasa lalu. Dewan Gelar sendiri, sambung Jimly, sudah dimintai pertimbangan oleh Presiden mengenai pemberian gelar tersebut.

"Ya lah, kan semuanya lewat Dewan Gelar. Walaupun pun itu masukannya dari mana-mana termasuk Kementerian Luar Negeri. Itukan tidak mendadak dari Presiden sendiri," tutupnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya