RMOL. “Mendagri Gamawan Fauzi juga direncanakan dipanggil bersamaan dengan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar),†ujar Ketua Komisi II DPR, ChaiÂruÂman Harahap, kepada RaÂkyat MerÂdeka, di Jakarta, kemarin.
Sebelumnya Gamawan Fauzi meÂngaku tidak mengetahui GÂuÂbernur Sumatera Barat Irwan PraÂyitno berangkat ke Jerman.
“Nggak tahu, saya tahunya juga dari koran,†ujarnya.
Kepergian Irwan Prayitno ke Jerman diprotes banyak pihak. SeÂbab, rakyatnya di Mentawai maÂsih menderita karena terkena tsunami.
Chairuman Harahap selanÂjutÂnya mengatakan, Gawawan Fauzi boleh saja mengaku tidak meÂngeÂtahuinya, tapi tetap saja perlu diÂpanggil. Sebab, proses perizinan gubernur pergi ke luar negeri haÂrus lewat Mendagri.
Berikut kutipan selengkapnya: Kapan persisnya mau diÂpanggil?Setelah reses ini. Target kita kan 22 dan 23 November 2010 dilakukan sidang paripurna. Ini berarti barangkali 24 November kita panggil.
Izinnya kan dari Presiden, keÂnaÂpa Mendagri ikut dipanggil? Betul. Itu memang izin PreÂsiden, tapi mekanismenya dari Mendagri. Tapi kita lihatlah nanti mekanismenya bagaimana. MaÂkanya pernyataan Mendagri juga harus kita dengarkan. Kenapa kok Gubernur bisa diloloskan perÂgi ke luar negeri, padahal rakÂyatnya masih menderita terkena tsuÂnami.
Jadi, konsentrasinya ke GuÂberÂnur kan?O ya, karena Gubernurnya yang pergi ke luar negeri. SeÂhaÂrusnya kepala daerah lebih memÂperhatikan kepentingan rakÂyatÂnya. Kok bisa pergi keluar negeri, padahal ada bencana.
Kecuali sebelum kejadian suÂdah berangkat. Tapi ini kan seÂtelah kejadian berangkatnya. Ini kan tidak sepatutnya dilakukan. MaÂÂkanya kami akan memangÂgilÂnya.
Apa saja yang akan ditanya?Kami minta pertanggungÂjaÂwaÂbÂannya, kenapa berangkat ke luar negeri, apalagi kalau nggak ada izin dari atasan. Ini kan suÂdah banyak kesalahannya.
Adakah sanksinya?Janganlah terlalu jauh dulu mengenai sanksi. Yang penting kita minta pertanggungjawaban moral bagi seorang pemimpin. Kenapa bisa sampai mengambil keÂputusan untuk berangkat. PaÂdahal keberadaannya sangat-saÂngat dibutuhkan untuk menaÂngaÂni bencana di daerah.
Kalau nanti gubernur berÂkilah, bahwa kepergiannya itu untuk meÂnarik investor asing ke daeÂrahÂnya?Itu kan hanya prioritas. Yang penÂting itu kan menangani rakÂyatnya yang terkena musibah. Itu yang diutamakan dong. SeÂorang pemimpin itu harus tahu mana yang terbaik yang diÂdahulukan.
Harusnya diwakilkan begitu ke luar negeri ya?
Ya. Seorang pemimpin dibuÂtuhÂkan wibawanya untuk penaÂnganan bencana. Tapi itu kan berÂbeda dengan seorang wakil guÂberÂnur walaupun itu sama dalam bentuk kepemimpinan daerah. ArÂtinya, kalau gubernur yang tuÂrun tangan, tentu koorÂdinasi aparat itu bisa dilakukan dengan baik, sehingga semua keÂbutuhan korÂban tsunami bisa diatasi.
[RM]