Berita

jusuf kalla/ist

BENCANA

Serahkan ke JK, SBY Lebih Baik Pulang ke Jakarta Sambut Obama dengan Baik

MINGGU, 07 NOVEMBER 2010 | 20:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Penanggulangan bencana merupakan pekerjaan yang tidak normal karena tidak terjadwal sebelumnya. Untuk itu, penanganan bencana harus dikerjakan dengan cara-cara yang luar biasa sebab dalam posisi darurat.

"Jangan pakai lembaga-lembaga formal dan normal seperti BNPB (Badan Nasional Penaggulangan Bencana) dan lain sebagainya. Ini kan lembaga normal untuk situasi normal," ujar Wakil Seketaris Jenderal PP Nasional Demokrat Melki Laka Lena kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 7/11).

Mantan Wakil Presiden yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla merupakan sosok yang tepat untuk menangani urusan seperti itu. Karena JK sudah berpengalaman berani mengambil risiko dalam hal kebencanaan.


"Cuman saya heran kenapa pemerintah justru tidak memberikan semacam sebuah otoritas kepada JK untuk mengorganisir bencana. Mestinya berikan otoritas kepada JK untuk mengerahkan segala potensi yang dimiliki bangsa ini dalam menanggulangi bencana," sebutnya.

Melki yakin, jika urusan kebencanaan diserahkan kepada JK, soal penanggulangan bencana yang kerap terjadi di negeri ini akan mudah diatasi. Menurutnya, SBY sebaiknya memberikan tugas itu kepada JK.

"Saya pikir itu bukan sukar bagi SBY. Buat saja Keppres Penangulangan Bencana dimana JK pemimpin yang mengatur semuanya," ujarnya.

"Dan Pak SBY lebih baik mensupervisi dan menerima laporan saja di Jakarta sambil mengurus yang normal-normal. Seperti menyangkut bagaimana kemacatan atau menghadapi kunjungan Obama. Kunjungan Obama itukan normal," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya