Berita

jusuf kalla/ist

Pemerintah Entah Kemana, JK Sudah Nginap di Mentawai

MINGGU, 07 NOVEMBER 2010 | 17:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Dalam hal penanggulangan bencana di Indonesia, rakyat Indonesia layak berterima kasih kepada sosok Jusuf Kalla. Tidak ada satu pun di negeri ini melebihi mantan Wakil Presiden itu soal kesigapan dan kecekatan dalam menanggulangi bencana.

Hal itu dikemukakan Wakil Seketaris Jenderal PP Nasional Demokrat Melki Laka Lena kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 7/11). Melki mengatakan itu setelah melihat sepak terjang selama ini.

"Pada saat tsunami Aceh, waktu masih jadi wapres, JK dengan sigap mengeluarkan SK Wapres. Meski waktu itu mengundang polemik. (Karena tidak ada SK Wapres). Tapi polemik itu mereda setelah hasilnya kita rasakan semua," tuturnya.


Dalam melakukan penanggulangan bencana, sebut Melki, JK berprinsip segera ambil tindakan. Sedangkan untuk pertanggungjawaban, itu kemudian dibicarakan. Dan itu terlihat dalam pelaksanaannya di lapangan.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia, lanjut Melki, JK tetap menunjukkan kelasnya sebagai seorang pemimpin yang sigap. Hal ini buktikan dalam bencana Wasior, Mentawai, dan Merapi. "Di Mentawai, pemerintah entah kemana, JK sudah nginap disana," jelasnya.

Untuk letusan Merapi, JK dengan PMI-nya yang bisa secara langsung mendatangkan kendaraan yang bisa mendekati Merapi. Karena itu, dia mempertanyakan,"Jadi kemana saja anggaran miliaran yang dimiliki pemerintah kalau untuk itu (kendaraan seperti yang dimiliki PMI) saja tidak ada."

Tak hanya itu, JK juga dengan sigap membangun kebutuhan MCK dan membeli roti-roti dan makanan warung-warung untuk diberikan kepada pengungsi. "Di (banjir bandang) di Wasior, saya mau cerita. Saya kesitu tiga hari setelah terjadi banjir. Tapi tim JK sudah ada duluan," ungkapnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya