RMOL. Australia di bawah kepeÂmimÂpinan Julia Gillard akan meningkatkan kerja sama dengan Indonesia dalam memberantas teroris.
“Saya percaya hubungan kita dengan Australia bakal lebih baik setelah dipimpin Julia Gillard,’’ ujar Wakil Ketua MPR, Lukman Hakim Saifuddin, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta.
Dikatakan, Australia berjanji akan menginvestasikan sekitar 500 juta dolar Australia di bidang ekonomi kemitraan dan di bidang pendidikan.
“Banyak kerja sama yang akan dilakukan untuk meningkatkan hubungan kedua negara,’’ ujarÂnya.
Berikut kutipan selengkapnya:Bagaimana Anda melihat huÂbungan Indonesia dengan AusÂtraÂlia sekarang ini?Memang ada dinamika huÂbuÂngan kita dengan Australia. Sebab, bagaimanapun pemerinÂtah AusÂtraÂlia itu cukup dinamis. TerganÂtung kondisi parlemennya di sana.
Sama seperti di Indonesia. Di sini juga begitu. Makanya, Julia Gillard mengakui bahwa parleÂmen Indonesia juga dinilai sangat dinamis.
Apa program kerja sama deÂngÂan Australia?Di bidang pendidikan. PM AusÂtralia yang baru, Julia Gillard, berjanji akan menginÂvestasikan sekitar 500 juta dolar Australia. Dia ingin membangun sejumlah sekolah-sekolah agama di IndoÂnesia.
Kemudian berinvestasi di biÂdang ekonomi kemitraan, banyak hal yang akan dikembangkan. Misalnya, kerja sama di bidang keamanan, yakni bagaimana menghadapi terorisme bersama kepolisian Indonesia dan AustraÂlia untuk lebih meningÂkatkan keÂmampuannya menghadapi ancaÂman teroris.
Menurut saya banyak hal yang akan dikerjakan ke depan untuk tetap menjaga dan memelihara hubungan baik kedua negara.
Anda yakin seperti itu, buÂkanÂÂnya sama seperti lalu-lalu yang cenderung hubungannya panas dingin?
Saya yakin semakin baik ke depan. Australia cukup realistis melihat negara Indonesia dengan umat Islam terbesar di dunia. Namun Indonesia juga memiliki karakteristiknya tersendiri. KaÂrena Islam di Indonesia adalah Islam yang moderat, Islam yang toleran, dan Islam yang tetap mengajurkan kedamaian. WalauÂpun di sana-sini tidak demikian, tapi itu kan sifatnya kasustik.
Secara keseluruhan, Islam di Indonesia itu bisa menerima, bahÂkan tidak hanya sekadar meneÂrima, tapi menjadi soko guru (tulang punggung) bagaiÂmana kita menjaga pluralitas kita, dan kebhinekaan kita.
Karena bagaimanapun juga Indonesia adalah negara yang sangat beragam. Makanya semÂboÂÂyannya adalah Bhineka Tunggal Ika. Jadi, keberagaman itu jangan lalu kemudian dilihat dari sisi yang negatif yang bisa memisahkan di antara kita. Tapi sebaliknya, bahwa keberaÂgaman dan kebhinekaan harus diÂmaknai dengan cara positif. Yaitu kebeÂragaman justru yang meÂrangÂkai kita semua menjadi satu.
Apakah PM Australia yang baru itu memahami hal itu?
Tentu, saya yakin dia sangat memahami itu. Makanya, saya yakin ke depan hubungan kita dengan Australia semakin baik.
Harapan Anda kepada Julia Gillard?
Kita berharap kepada PM Australia yang baru agar memÂperhatikan kerja sama di bidang pendidikan, karena banyak seÂkali pelajar kita, terutama yang beÂÂÂraÂgama Islam meÂngeÂnyam pendiÂdikan di Australia. HenÂdakÂnya pemeÂrinÂtah AusÂtralia tetap memÂberi duÂkungÂan dan bisa memÂberiÂkan keÂmuÂdaÂhan-keÂmuÂdaÂhan bagi meÂreka.
Kesan Anda dengan Julia Gillard?
Biasa-biasa saja ya. Kan belum mengenal lama, cuma di sini seÂbentar saja. Sebab, harus pulang ke Australia karena dia baru terÂpilih, tentunya banyak PR (PekerÂjaan Rumah) yang harus dikerjaÂkannya.
Jadi, intinya saat kedatangan Julia Gillard ke DPR, Selasa (2/11) lalu bertujuan untuk berkeÂnalan dengan parlemen IndoneÂsia. Ini kan kunjungan kehormaÂtan karena baru terpilih menjadi Perdana Menteri Australia.
Saat itu, kami mengucapkan selamat kepadanya yang terpilih menjadi Perdana Menteri. Kita tentu mendukung dan ikut menÂdoaÂkan mudah-mudahan dia bisa menjalankan amanah itu dengan baik.
Kapan Julia Gillard datang lagi ke Indonesia?Secara implisit dia tidak nyaÂtaÂkan, tapi saya kira sebagai neÂgara tetangga, tentu wajar bila saling mengunjungi. Jadi, ya kita tunggu saja.
O ya kenapa Gillard harus ke Indonesia terlebih dahulu?
Karena dia merasa Indonesia tetangga terdekat yang cukup strategis. Jadi, sebagai bentuk keÂhormatan, dia memprioritasÂkan Indonesia sebagai negara yang pertama kali dikunjungi.
Kunjungannya hanya sekaÂdar kenalan begitu?Biasalah, dalam rangka lebih memperkuat hubungan kemitraan antara kedua negara. Baik kemiÂtraan di bidang ekonomi, pendiÂdikan, dan keamanan. Ya, saling mendukunglah di forum-forum regional atau di forum-forum global.
[RM]