Berita

Susno Duadji/ist

KASUS SUAP SUSNO

Nurmalasari Pastikan Haposan Tarik Uang Tunai Rp 500 Juta Pada 4 Des 08

KAMIS, 04 NOVEMBER 2010 | 13:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sidang kasus suap dalam penanganan kasus PT Arowana dengan terdakwa mantan Kabareskrim Susno Duadji kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan siang (Kamis, 4/11).

Dalam pembukaan Sidang, Susno mengaku kurang sehat, namun tetap bersedia mengikuti jalannya persidangan.

Sidang kali ini, menghadirkan pegawai teller prioritas Bank Central Asia Cabang Bidakara, Nurmalasari. Dia dihadirkan terkait dengan penarikan uang tunai dari  nasabah yang bernama Haposan Hutagalung.


Haposan Hutagalung merupakan pengacara Ho Kian Huat warga Singapura yang melaporkan kasus penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan Anuar Salmah, pemilik PT Salmah Arowana Lestari.

Nurmalasari mengakui, Haposan pernah menarik uang sebesar Rp 500 juta sekitar 4 Desember 2008. "Saya tidak ingat tepatnya, tapi sekitar sore hari di bawah jam 15.30 WIB," kata Nurmala.

Nurmala juga mengaku tidak ingat secara detil pecahan uang yang ditarik Haposan. Biasanya uang itu, kata Nurmala, dimasukkan ke dalam amplop coklat berukuran folio. "Apalagi, jika uangnya sebesar Rp 500 juta. Tidak cukup satu amplop," kata Nurmala.

Sebelumnya disebutkan, Haposan memberikan uang Rp 500 juta kepada Sjahril Djohan. Uang itu dimaksudkan untuk diberikan kepada Susno agar kasus yang sedang ditangani Haposan diperlancar. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya