Berita

IPO KS MIRING

Petinggi Parpol Dapat Untung di Balik Penjualan Saham PT KS?

KAMIS, 04 NOVEMBER 2010 | 11:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pembentukan tim pengawas independen oleh Kementerian BUMN sebaiknya tidak hanya mengawasi penjualan saham PT Krakatau Steel. Sebab persoalannya, justru pada penghitungan harga Rp 850 per saham yang terlalu rendah dan tidak wajar itu.

"Kami menduga banyak pihak termasuk pejabat kementrian BUMN yang terlibat," ujar anggota Badan Anggaran DPR Bambang Soesatyo di Jakarta (Kamis, 4/11).

Penetapan harga IPO PT KS sebesar Rp 850 terindikasi syarat rekayasa dan konspiratif. Tujuannya memenuhi kepentingan dana pihak-pihak tertentu di dalam negeri. Kata Bamsoet, ada indikasi bahwa sekumpulan investor berbadan hukum asing akan memborong saham PT KS di pasar perdana.


"Mereka mendapatkan akses borongan itu karena menjanjikan komitmen fee kepada oknum pejabat pemerintah. Komitmen fee itu diduga akan didonasikan kepada kekuatan-kekuatan politik di negeri ini. Saya tidak akan mengidentifikasi oknum-oknum itu karena data kami belum akurat," tutur politisi Partai Golkar ini.

Sejak awal, Bamsoet sudah mendapat informasi bahwa IPO saham KS akan diplot pada harga Rp 500 per lembar. Makanya, dia mempertanyakan bagaimana ceritanya harganya menjadi Rp 850 per saham. 

"Itu yang masih kami telusuri. Dengan harga saham PT KS yang telah ditawarkan RP 850 sebanyak 3,15 milyar lembar, maka potensi penerimaan negara yang hilang lebih dari Rp 1 triliun. Sebab harga KS wajarnya harus di atas Rp 1.100," jelasnya.

Di pasar gelap, ada investor yang berani bayar Rp 1500. Kalau beli RP 1000 saja per lembar, maka investor sudah untung Rp 750 miliar yang mestinya milik negara. Karena itu dia mendesak PPATK harus meneliti uang yang masuk ke tiga sekuritas penjamin emisi PT KS Yaitu, Bahana, Danarekasa dan Mandiri Sekuritas

"Siapa saja yang dapat saham PT KS? Benarkah ada petinggi parpor terlibat dalam dalam pencalonan saham tersebut? benarkan ada aliran dana besar dari Telkom ke penjamin emisi? Telkom The riel investor atau hanya menalangi sementara orang-orang tertentu tadi," katanya mempertanyakan.

Selain itu, Bambang juga meminta BPK untuk turun tangan mengusut terjadinya penetapan harga Rp 850 per saham lembar itu.

"Kami kuatir negara menerima kerugaian besar dari cara pemerintah memprivatisasi BUMN. Harap diingat bahwa setelah KS akan menyusul privatisasi atau penjualan saham beberapa perusahaan milik BUMN lain. Kami berharap Kemenetrian BUMN dan Bapepam-LK transparan dalam memproses privatisasi BUMN. Selain itu juga berusaha menghindari kerugian negara," demikian Bamsoet. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya