Berita

Yusril Duga Anak Buah Darmono Perkeruh Keadaan

KAMIS, 04 NOVEMBER 2010 | 09:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Mantan Menteri Hukum yang juga tersangka kasus korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum kaget setelah membaca pemberitaan tentang pernyataan Plt Jaksa Agung Darmono kemarin. Darmano memerintahkan anak buahnya menangkap Yusril.

Yusril tidak terima disebut dua kali mangkir dari panggilan Kejaksaan Agung. Dia mengakui, pada Rabu pekan lalu menerima panggilan, tapi berhalangan datang karena sakit. Namun, Yusril memastikan, surat pemberitahuan sakit dan perlu istirahat disertai surat dari dokter telah disampaikan secara resmi ke Kejaksaan Agung. Dan itu ada tanda-terimanya.

"Pak Darmono maklum dan meminta agar ada surat resmi. Surat resmi sudah dilayangkan Rabu pagi langsung oleh penasehat hukum saya Dr. Maqdir Ismail SH LLM," jelas Yusril.


Dalam surat itu disebutkan karena sakit, Yusril mohon penundaan satu minggu. Namun tidak ada jawaban atau surat panggilan dari Kejaksaan Agung, baik kepadanya maupun kepada penasehat hukum, kapan akan ada pemeriksaan lagi setelah kami mohon penundaan itu.

Sampai Selasa, Yusril menunggu surat panggilan Kejaksaan Agung, namun tidak pernah ada. Karena itu dia memutuskan pergi ke Denpasar dan kembali Rabu kemarin. "Meskipun begitu, hari ini Pak Maqdir tetap menulis surat mohon penundaan lagi. Namun sekali lagi saya tegaskan, tidak ada jawaban dan panggilan Kejaksaan Agung untuk pemeriksaan hari ini Rabu 3 November  2010," tegasnya.

Lalu kenapa muncul berita Darmono memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Yusril. Terkait hal itu, Yusril menduga Darmono tidak mendapatkan laporan yang lengkap dari anak buahnya. "Atau memang sengaja "dikompor-kompori" anak buahnya sedemikian rupa untuk membuat kisruh keadaan," ujarnya menduga-duga. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya