Yayan Sopyani Al-Hadi/ist
Yayan Sopyani Al-Hadi/ist
RMOL. Penjualan saham PT Krakatau Steel (KS) dengan harga Rp 850 per lembar terus menuai protes. Kini giliran mahasiswa yang menolak penjualan saham perusahaan yang memproduksi baja tersebut.
"Selama ini, alasan penjualan, adalah masalah yang melilit KS. Yaitu tidak bisa meningkatkan produktivitas, efisiensi, memenuhi kebutuhan pasar, dan apalagi mengusai pasar. Kebutuhan baja dalam negeri mencapai 6-7 juta ton per tahun, sementara KS hanya mampu memproduksi 2,5 juta ton per tahun," ujar Sekjen DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Yayan Sopyani Al-Hadi kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 3/11).
Meski PT KS dinilai masih memiliki kekurangan, tegas Yayan, solusinya bukan dijual ke pihak swasta. Tapi pemerintah memaksimalkan kapasitas produksinya. Apalagi penjualan KS juga bisa mengancam pengadaan alat persenjataan utama atau alusista. Karena hampir sebagian industri alutsista membutuhkan bahan baku bijih besi.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Senin, 27 April 2026 | 03:59
UPDATE
Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19
Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54
Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23
Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17
Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03
Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01
Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33
Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09
Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59
Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26