Berita

KASUS SISMINBAKUM

Bila MK Menangkan Yusril, Kejaksaan Harus Periksa SBY

SENIN, 01 NOVEMBER 2010 | 13:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Mantan Menteri Sekretaris Negara Yusri Ihza Mahendra yakin Mahkamah Konstitusi akan mengabulkan permohonannya terkait uji materil uji tafsir ketentuan Pasal 1 angka 26 dan 27 dihubungkan dengan Pasaal 65l 65 jo Pasal 116 ayat (3) dan (4) jo Pasal 194 ayat (1) huruf a  UU No 8 Tahun 1981 tentang KUHAP terhadap UUD 1945.

Karena, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Sistem Administrasi Badan Hukum, dia mengaku memiliki legal standing untuk mengajukan permohonan tersebut. Yusril memiliki kerugian konstitusional akibat berlakunya beberapa pasal dalam KUHAP dan argumennya tentang hal ini sangat kokoh.

Implikasi konstitusional dari permohonan ini, kalau dikabulkan MK ialah, Kejaksaan Agung tidak punya pilihan lagi kecuali memanggil Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla Kwik Kian Gie dan Susilo Bambang Yudhoyon untuk diperiksa sebagai saksi yang meringankan dalam kasusnya tersebut. Kalau mereka memberikan keterangan, Yusril yakin tuduhan Kejaksaan Agung terhadap dirinya akan gugur.


"Sebab, tuduhan kepada saya adalah menyangkut masalah akses fee Sisminbakum yang tidak dimasukkan ke kas negara sebagai PNBP. Padahal sudah jelas bahwa Sisminbakum adalah proyek built, operate and transfer yang seluruh modalnya maupun biaya operasinya ditanggung swasta. Tidak ada proyek BOT yang dikenakan PNBP, tetapi dikenakan pajak," jelasnya mantap.

Lagipula, sambung Yusril, menurut Pasal 2 UU PNBP, suatu jenis pelayanan Pemerintah itu dijadikan PNBP atau bukan, sepenuhnya adalah kewenangan Presiden dengan cara menetapkannya melalui Peraturan Pemerintah.

"Biarlah SBY yang menerangkan hal ini, agar Kejaksaan Agung tidak semena-mena menuduh saya melakukan korupsi. Padahal saya tidak melakukannya",  kata Yusril.

Selian itu, SBY juga harus menerangkan mengapa Sisminbakum yang asalnya dilaksanakan hanya dengan Peraturan Menteri, tetapi kemudian diberlakukan melalui undang-undang, yakni Pasal 9 UU No 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Kalau Sisminbakum yang mulai dilaksanakan tahun 2001 adalah korupsi, mengapa kemudian di tahun 2007, diperkuat pemberlakuannya dengan UU yang disahkan Presiden dan DPR.

"Sisminbakum tahun 2007 dengan 2001 itu sama saja, tidak ada bedanya. Biar SBY sendiri yang menerangkan hal ini di Kejaksaan Agung, agar semuanya menjadi jelas," demikian Yusril.

Petang ini pukul 15.00 WIB MK akan menggelar sidang perdana uji materil Yusril tersebut. [zul].

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya