RMOL. Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah merasa yakin, bantuan asing dalam bentuk uang tunai tidak bakal dikorupsi.
“Kita sudah punya pengalaman dalam mengelola bantuan asing dalam bentuk tunai saat tsunami Nanggroe Aceh Darussalam. BaÂdan Rehabilitasi dan RekonsÂtruksi (BRR) secara efektif meÂngelola dana tersebut tanpa adaÂnya kasus-kasus penyalahgunaan dana. Artinya, tidak ada yang diÂkoÂrupsi,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka via email dari Hanoi, Vietnam, Jumat (29/10).
Berikut kutipan selengkapnya:
Apa nggak khwatir bantuan tuÂnai kali ini bisa dikorupsi? Kita jangan skeptis pada kapaÂsitas bangsa kita dalam mengeÂlola bantuan asing untuk korban bencana. Pengalaman Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) mengelola bantuan asing untuk korban tsunami Nanggroe Aceh Darussalam, sangat diapreÂsiasi dunia internasional, karena terbukti akuntabel. Hal ini yang digarisbawahi Bapak Presiden adalah apabila ada bantuan asing pada korban bencana berupa uang, pengelolaannya merujuk pada pengalaman BRR, akuntaÂbel dan transparan.
Apa Anda yakin kali ini juga begitu?Keberhasilan BRR Aceh dalam mengelola bantuan dana asing untuk korban tsunami Aceh. BRR secara efektif mengelola dana terÂsebut tanpa adanya kasus-kasus penyalahgunaan dana. Artinya, tidak ada yang dikorupsi.
BRR dinilai sebagai contoh model yang baik dalam penangaÂnan bencana dengan bekerja sama dengan negara sahabat serta lembaga keuangan internasional.
Bagaimana cara pengawaÂsanÂÂÂnya untuk bantuan tunai itu? Pengalaman BRR sudah sangat jelas, pengelolaan bantuan dilaÂkukan secara transparan. PengaÂwasan juga dilakukan.
Negara mana saja yang suÂdah membantu dengan banÂtuan tuÂnai?Untuk bantuan dari negara mana saja agar dicek dengan pihak Kemenlu, dan Jubir KeÂmenlu.
Mengapa harus bantuan tuÂnai sih?Begini ya, pada dasarnya, kita tidak menolak bantuan dalam bentuk apa pun. Tapi lebih efektif kalau tunai. Pengalaman tsunami di Aceh pemerintah kerepotan mendistribusikan bantuan yang disalurkan melalui negara donor lewat kedutaan-kedutaan besar.
Belajar dari pengalaman di Aceh, bantuan secara tunai baÂnyak yang tidak tersalurkan seÂcara langsung kepada korban?
Sepengetahuan saya bantuan itu digunakan untuk pembanguÂnan perumahan, fasilitas sosial, infrastruktur, dan support sistem bagi masyarakat. Saya tidak tahu apakah ada yang diberikan secara tunai dan langsung ke masyaÂrakat.
Apa tidak sebaiknya dalam benÂÂtuk barang saja, sehingga keÂÂcenderungan dikorupsinya kecil?
Silakan dicek dengan Badan NasioÂnal Penanggulangan BenÂcana (BNPB). Sejauh ini apakah kapasitas nasional masih dapat memenuhi berbagai kebutuhan tersebut, termasuk pangan.
Kapan bantuan tunai itu akan disalurkan kepada para korÂban atau pengungsi?Belum ada yg diterima dari negara asing itu.
Apa saja yang sudah dilakuÂkan pemerintah terkait benÂcana ini?Tanya saja ke BNPB dan Pemda. Presiden sudah mengunÂjungi Mentawai untuk memastiÂkan sistem itu sudah bekerja. Saat ini, pemerintah masih berupaya menangani bencana yang ada deÂngan mengerahkan sumber daya nasional.
Apa tanggapan negara Asean terkait bencana di Indonesia?
Dalam pertemuan ASEAN-UN Summit, negara-negara anggota ASEAN dan Sekjen PBB meÂnyamÂpaikan belasungkawa.
Selain itu?
Ucapan belasungkawa terus mengalir dari belahan dunia. MiÂsalnya saja, pemerintah Amerika Serikat, Malaysia, Australia, dan Vietnam.
[RM]