Berita

Wawancara

WAWANCARA

Teuku Faizasyah: Bantuan Asing Bentuk Tunai Tidak Ada yang Dikorupsi

SENIN, 01 NOVEMBER 2010 | 06:23 WIB

RMOL. Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah merasa yakin, bantuan asing dalam bentuk uang tunai tidak bakal dikorupsi.

“Kita sudah punya pengalaman dalam mengelola bantuan asing dalam bentuk tunai saat tsunami Nanggroe Aceh Darussalam. Ba­dan Rehabilitasi dan Rekons­truksi (BRR) secara efektif me­ngelola dana tersebut tanpa ada­nya kasus-kasus penyalahgunaan dana. Artinya, tidak ada yang di­ko­rupsi,’’ ujarnya kepada Rakyat Merdeka via email dari Hanoi, Vietnam, Jumat (29/10).

Berikut kutipan selengkapnya:
 

 
Apa nggak khwatir bantuan tu­nai kali ini bisa dikorupsi?
Kita jangan skeptis pada kapa­sitas bangsa kita dalam menge­lola bantuan asing untuk korban bencana. Pengalaman Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) mengelola bantuan asing untuk korban tsunami Nanggroe Aceh Darussalam,  sangat diapre­siasi dunia internasional, karena terbukti akuntabel. Hal ini yang digarisbawahi Bapak Presiden adalah apabila ada bantuan asing pada korban bencana berupa uang, pengelolaannya merujuk pada pengalaman BRR, akunta­bel dan transparan.

Apa Anda yakin kali ini juga begitu?
Keberhasilan BRR Aceh dalam mengelola bantuan dana asing untuk korban tsunami Aceh. BRR secara efektif mengelola dana ter­sebut tanpa adanya kasus-kasus penyalahgunaan dana. Artinya, tidak ada yang dikorupsi.

BRR dinilai sebagai contoh model yang baik dalam penanga­nan bencana dengan bekerja sama dengan negara sahabat serta lembaga keuangan internasional.

Bagaimana cara pengawa­san­­­nya untuk bantuan tunai itu?
Pengalaman BRR sudah sangat jelas, pengelolaan bantuan dila­kukan secara transparan. Penga­wasan juga dilakukan.

Negara mana saja yang su­dah membantu dengan ban­tuan tu­nai?
Untuk bantuan dari negara mana saja agar dicek dengan pihak Kemenlu, dan Jubir Ke­menlu.

Mengapa harus bantuan tu­nai sih?
Begini ya, pada dasarnya,  kita tidak menolak bantuan dalam bentuk apa pun. Tapi lebih efektif kalau  tunai. Pengalaman tsunami di Aceh pemerintah kerepotan mendistribusikan bantuan yang disalurkan melalui negara donor lewat kedutaan-kedutaan besar.

Belajar dari pengalaman di Aceh, bantuan secara tunai ba­nyak yang tidak tersalurkan se­cara langsung kepada korban?
Sepengetahuan saya bantuan itu digunakan untuk pembangu­nan perumahan, fasilitas sosial, infrastruktur, dan support sistem bagi masyarakat. Saya tidak tahu apakah ada yang diberikan secara tunai dan langsung ke masya­rakat.

Apa tidak sebaiknya dalam ben­­tuk barang saja, sehingga  ke­­cenderungan dikorupsinya kecil?
Silakan dicek dengan Badan Nasio­nal Penanggulangan Ben­cana (BNPB). Sejauh ini apakah kapasitas nasional masih dapat memenuhi berbagai kebutuhan tersebut, termasuk pangan.

Kapan bantuan tunai itu akan disalurkan kepada para kor­ban atau pengungsi?
Belum ada yg diterima dari negara asing itu.

Apa saja yang sudah dilaku­kan pemerintah terkait ben­cana ini?
Tanya saja ke BNPB dan Pemda. Presiden sudah mengun­jungi Mentawai untuk memasti­kan sistem itu sudah bekerja. Saat ini, pemerintah masih berupaya menangani bencana yang ada de­ngan mengerahkan sumber daya nasional.

Apa tanggapan negara Asean terkait bencana di Indonesia?
Dalam pertemuan ASEAN-UN Summit, negara-negara anggota ASEAN dan Sekjen PBB me­nyam­paikan belasungkawa.

Selain itu?
Ucapan belasungkawa terus mengalir dari belahan dunia. Mi­salnya saja,   pemerintah Amerika Serikat, Malaysia, Australia, dan Vietnam.   [RM]

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Program Prabowo Tak Akan Berdampak Jika Soliditas Internal Rapuh

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:03

Prabowo Tantang Danantara Capai Return on Asset 7 Persen

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:01

Pakar: Investigasi Digital Forensik Bisa jadi Alat Penegakan Hukum Kasus Investasi

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:46

Wapres Tekankan Kuartal I Momentum Emas Sektor Pariwisata

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:40

Kapolri Siap Bangun Lebih dari 1.500 SPPG Selama 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:26

Kolaborasi Inspiratif: Dari Ilustrasi ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:20

Setnov Hadir, Bahlil Hanya Pidato Singkat di HUT Fraksi Partai Golkar DPR

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:18

Kepala BPKH: Desain Kelembagaan Sudah Tepat, Tak Perlu Ubah Struktur

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:16

Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:53

Keuangan Haji Harus Berubah, Wamenhaj Dorong Tata Kelola yang Lebih Modern

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:36

Selengkapnya