Berita

Wawancara

WAWANCARA

Setya Novanto: Banyak Manfaatnya Kok...

SABTU, 30 OKTOBER 2010 | 08:21 WIB

RMOL. Kenapa Anda izinkan anggota Fraksi Partai Golkar studi banding ke luar negeri?
Masalah studi banding ke Yunani sudah direncanakan sebelumnya sesuai dengan tugas-tugasnya di DPR. Kita juga mendapat masukan, misal­nya masalah sosial, ekonomi, hukum, dan protokoler. Semuanya itu diper­bandingkan di luar negeri.

Apa hasil yang didapat dari studi banding itu?
Banyak hal yang harus diperhatikan Yakni mengenai sistem managemen, sistem mendapatkan informasi yang kuat mengenai literatur-literatur, dan perbandingan antara negara lain de­ngan kita. Tentunya kita harus banyak belajar, sehingga memberikan faedah bagi negara kita.


Faedahnya apa?
Anggota DPR itu bisa melihat mana yang terbaik yang bisa berguna untuk ke­pentingan kita. Supaya DPR itu jangan memalukan juga. Produk-pro­duknya itu tidak keliru. Jadi, banyak manfaatnya kok.  

Masyarakat menghujat, tapi ang­go­ta dewan tetap saja ke luar negeri, kok begitu?
Tentunya masyarakat harus menya­dari juga. Bahwa kepentingan itu nantinya bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat yang lebih jauh. Dampak-dampak itu sangat memungkinkan, apabila anggota dewan betul-betul mempelajarinya secara serius. Ini kan  berkaitan dengan kepentingan Indonesia.

Tapi mengapa BK jauh-jauh ke Yunani hanya untuk mempelajari etika?
Memang etika di kita itu ada bebe­rapa yang sangat baik. Tapi ada juga yang sudah mulai pudar. Padahal di negara lain, budaya itu mendapat peng­­­hormatan. Misalnya, di Yunani betul-betul dicerna seluruh dunia.

Makanya, orang yang belajar ke Yunani ingin melihat bu­daya-budaya­nya. Sisi pari­wisata juga bisa memberi income yang tinggi. Kalau budaya kita betul-betul perta­hankan dengan cara baik, maka banyak orang luar ingin mempe­lajarinya.  [RM]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya