ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan meninggalkan kota Padang menuju Hanoi, Vietnam setelah kemarin menemui korban tsunami di Mentawai. Bahkan jadwal keberangkatannya di percepat dari pukul 14.30 ke pukul 10.00 WIB pagi ini.
Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Iberamsyah mengkritik keputusan Presiden SBY. Dia mengatakan, sebagai kepala rumah tangga Indonesia, mestinya Presiden SBY tetap berada di Indonesia karena warganya sedang terkena musibah.
"Presiden tidak boleh meninggalkan Indonesia. Dia harus berada di tengah warga yang sedang terkena musibah. Ini baru ke Mentawai, belum lagi korban Merapi. Dan Wasior juga belum tuntas. Keberadaan dia di Indonesia sangat penting, sebagai pengambil kebijakan, tidak cukup hanya diwakilkan ke menteri," kata Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 29/10).
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Senin, 27 April 2026 | 03:59
UPDATE
Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19
Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54
Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23
Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17
Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03
Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01
Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33
Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09
Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59
Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26