Berita

ilustrasi/ist

TSUNAMI MENTAWAI

Presiden SBY Seperti Hadiri Pesta Perkawinan, Salaman lalu Pulang

JUMAT, 29 OKTOBER 2010 | 08:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan meninggalkan kota Padang menuju Hanoi, Vietnam setelah kemarin menemui korban tsunami di Mentawai. Bahkan jadwal keberangkatannya di percepat dari pukul 14.30 ke pukul 10.00 WIB pagi ini.

Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Iberamsyah mengkritik keputusan Presiden SBY. Dia mengatakan, sebagai kepala rumah tangga Indonesia, mestinya Presiden SBY tetap berada di Indonesia karena warganya sedang terkena musibah.

"Presiden tidak boleh meninggalkan Indonesia. Dia harus berada di tengah warga yang sedang terkena musibah. Ini baru ke Mentawai, belum lagi korban Merapi. Dan Wasior juga belum tuntas. Keberadaan dia di Indonesia sangat penting, sebagai pengambil kebijakan, tidak cukup hanya diwakilkan ke menteri," kata Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 29/10).


Iberamsyah ingin Presiden SBY meniru Presiden Chile Sebastian Pinera. Sebastian Pinera tidak mau bergegas meninggalkan lokasi penarikan 33 penambang yang berada di perut bumi.

"Harusnya ditiru Presiden Chile. Kalau hanya mengunjungi korban sebentar, itu tak ubahnya menghadiri pesta perkawinan. Datang, salaman, ramah-tamah bentar lalu pulang. Mungkin makan-makan sedikit. Mestinya kan tidak seperti itu ini korban," tegasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya