Berita

ilustrasi

Publika

Bahasa Dalam Sumpah Pemuda

KAMIS, 28 OKTOBER 2010 | 17:19 WIB

RMOL. Selama ini sejarah Sumpah Pemuda selalu menonjolkan pergerakan organisasi-organisasi pemuda. Dimulai dari berdirinya organisasi Budi Utomo oleh beberapa mahasiswa Stovia, sejarah pergerakan organisasi pemuda di Indonesia diperkenalkan pada siswa sekolah. Organisasi yang dikomandoi Dr. Sutomo dan berdiri pada tanggal 20 Mei ini kemudian dikenal sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
   
Organisasi Budi Utomo di Jakarta itu ternyata menular ke daerah lain. Para pelajar sekolah menengah yang berasal dari Jawa, Madura, Bali, dan Lombok ikut mendirikan organisasi dengan nama Trikoro Dharmo. Diprakarsai Satiman Wiryosanjoyo, Kadarusman, dan Sunardi, Trikoro Dharmo lahir pada tanggal 7 Maret 1917. Tercatat organisasi ini merupakan organisasi pertama yang dikelola murni pemuda. Seiring nafas sejarah, nasionalisme mengalir dalam darah Trikoro Dharmo sehingga namanya berganti menjadi Jong Java.
   
Akhirnya, politik mempengaruhi organisasi-organisasi pemuda. Jong Java mendirikan Jong Islamieten Bond. Juga organisasi-organisasi pemuda lain seperti Jong Sumatranen Bond, Pemuda Kaum  Betawi, Pasundan, Jong Ambon, Jong Batak, Jong Minahasa dan lainnya. Puncaknya dengan diikrarkannya Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Pada saat itu diperdengarkan pula lagu Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman.
   

   
Demikian sebagian besar dari kita mengenal sejarah Kebangkitan Nasional hingga Sumpah Pemuda. Begitu saja dan pasrah. Tidak ada filosofi yang dapat dipetik dari perjuangan pendahulu kita.

Juga tanpa harus bertanya, Mengapa Sumpah Pemuda berbahasa Indonesia? Mengapa lagu Indonesia Raya yang berbahasa Indonesia? Atau bagaimana dan bagaimana?

Politik Bahasa
devide et impera.
   
Pada akhir tahun 1925, kurang lebih dua ratus koran terbit. Dan hampir seluruhnya berbahasa Melayu. Kaum elite pribumi yang terlibat dalam pergerakan nasionalis berkomunikasi dengan bahasa ini. Klimaksnya, pertemuan nasionalisme pemuda tanggal 28 Oktober 1928 yang menggunakan bahasa Melayu ini melahirkan sebuah ikrar. Dan ikrar inilah kemudian kita kenal sebagai Sumpah Pemuda.

Soegiharto
Griya Permata Indah B2/11 Tanjungsari Kajen
Kab. Pekalongan, Jawa Tengah


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya