Berita

Sambil Galang Dana untuk Korban Musibah, 9 Elemen Mahasiswa Tegaskan SBY-Boediono Gagal

KAMIS, 28 OKTOBER 2010 | 13:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Aksi besar-besaran mahasiswa menyikapi kinerja pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang disedianya digelar hari ini dibatalkan. Aksi besar-besaran itu baru akan digelar pada 10 November mendatang.

Pembatalan ini karena Indonesia sedang berduka dengan rentetan musibah yang terjadi belakangan ini. Mulai dari banjir bandang Wasior, Papua, tsunami Mentawai, Sumatera Barat, dan gunung Merapi meletus di Yogyakarta.

Demikitakan dikatakan Ketua Umum Ikatakan Mahasiswa Muhammadiyah Ton Abdillah Haz kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, 28/10).


Meski begitu, lanjut Ton, sembilan elemen mahasiswa tetap menggelar aksi unjuk rasa saat ini di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Tapi massa yang ikut aksi dibatasi.

"Nggak ada mobilisasi, massanya dibatasi. Karena suasana duka. Ada sembilan elemen mahasiswa. Setiap elemen mahasiswa dibatasi hanya menurunkan 25 orang," jelas Ton.

Sembilan elemen mahasiwa itu adalah IMM, Himpunan Mahasiswa Islam, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Persekutuan Mahasiswa Kristen Indonesia, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Badan Eksekutif Mahasiswa Mercu Buana, BEM Universitas Bung Karno, Kesatuan Aksi Mahasiswa Universitas Trisakti.

Karena suasana duka, mahasiswa yang kesemuanya memakai pita hitam juga akan menggalang dana untuk korban musibah yang terjadi di Wasior, Mentawai, dan Yogyakarta. Selain itu, masih kata Ton, untuk elemen mahasiswa yang memiliki koordinasi nasional, seperti IMM, HMI, PMKRI, GMNI, PMII dan IPNU, juga menggelar aksi yang sama di berbagai daerah.

Meski dalam suasana duka, mahasiwa juga tetap menyatakan Pemerintahan SBY-Boediono gagal dalam memimpin negeri ini. Dalam aksi tersebut, lanjut Ton, mahasiwa membacakan "Tujuh Gugatan Mahasiswa".

Ketujuh gugatan tersebut adalah usir penjajahan asing, usut korupsi bailout Bank Century dan pengadaan sistem infromasi dan teknologi Komisi Pemilihan Umum. Sedangkan lima tuntutan lainnya adalah stop kenaikan harga, stop politik pencitraan, stop penjualan aset negara, stop diplomasi banci, dan stop pemiskinan rakyat. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya