Berita

Syarif Hasan: Pemerintah Jadikan Usulan KUKMI sebagai Masukan

SELASA, 26 OKTOBER 2010 | 20:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarif Hasan telah mendengar usulan Kerukunan Usahawan Kecil dan Menengah Indonesia (KUKMI) agar pemerintah tidak hanya menjamin 80 persen dalam penyaluran kredit usaha rakyat, tapi harus mencapai 100 persen.

“Mereka mengusulkan demikian. Saya bilang itu menjadi masukan bagi kita. Kalau jaminan (100 persen) bisa dipertimbangkan. Kita lihat nanti ke depan bagaimana. Kami juga kuatir, kalau ada jaminan 100 persen, nanti akan ada (ungkapan) muncul , ‘Wah sudah ada jaminan pemerintah ini tidak usah dibalikin. Malah tidak ada tantangan dari nasabah berkerja dengan baik,” ujar Syarif Hasan usai membuka Musyawarah Nasional VI Kerukunan Usahawan Kecil dan Menengah Indonesia (KUKMI) di Manado Senin kemarin.

Selain alasan di atas, Menkop juga mengatakan pemerintah memberikan jaminan 80 persen bukan tanpa alasan. Hal ini dimaksdukan agar untuk 20 persen sisanya menjadi bagian dari perbankan untuk bertindak pruden. “Saya pikir sikap pruden ini juga perlu untuk menghindari penyalahgunaan kredit , jangan sampai tidak tepat sasaran," jelasnya.


Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, yang terpenting juga saat ini untuk diperhatikan bukan hanya dari perbankan sebagai penyalur. Tapi juga dari masyarakat sendiri. Dia mengatakan, masyarakat juga harus betul-betul memiliki keinginan untuk memanfaatkan fasilitas dan kemudahan yang diberikan pemerintah.

“ Harus ada respons yang positif juga dari masyarakat , keinginan berhubungan dengan perbankan. Kerena kemampuan perbankan juga tidak mungkin mengelilingi semua pelaku mikro. Tapi kalau ada interaksi yang tinggi, akan maksimal juga. Interaksi dalam artian, perbankan yang aktif, tapi masyarakat harus lebih banyak aktif,” tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya