Berita

ilustrasi keadilan/ist

YLBHI: Hukum Masih Lemahkan si Miskin

SENIN, 25 OKTOBER 2010 | 17:02 WIB | LAPORAN:

RMOL. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia memandang diskriminasi hukum di negeri ini masih terasa kental dan mencolok, khususnya pada masyarakat miskin yang tidak memiliki sumber daya untuk mengakses keadilan melalui pendampingan hukum prodeo.

"Penegakan hukum masih dibedakan antara di si kaya dan miskin. Si miskin nyolong ayam kena hukuman tiga tahun. Si kaya melakukan korupsi triliunan hanya enam bulan. Di situ si kaya mampu membeli pengacara yang berkelas, juga membeli keadilan di pengadilan," ujar Wakil Ketua YLBHI Alfon Kurnia Talma saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, di kantornya, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (25/10).

Ironisnya lagi, tambah Alfon, pengadilan cenderung menilai para koruptor sebagai orang-orang terhormat dan dianggap punya jasa terhadap negara. Sementara si miskin tetap tidak bisa mempengaruhi pengadilan. Ia akui memang struktur kenegaraan memang sekarang sudah banyak berubah tapi watak penindasan masih terlihat jelas hingga saat ini.  


"Saya sangat menyayangkan banyak lembaga-lembaga negara yang relatif bagus hasil amanat reformasi telah dibajak oleh orang-orang yang salah," sesalnya.

Maka tidak perlu berharap banyak lembaga-lembaga tersebut bisa melakukan penegakan hukum karena sudah tidak efektif.

"Biarkan negara membiarkan orang-orang miskin dan berlaku tidak adil. Orang-orang miskin biar kami mengurus mereka," tukas Alfon. [wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya