Berita

hendrawan supratikno/ist

Gurubesar UKSW: SBY Terlambat Baru Sekarang Ngomongin Amanat Konstitusi!

JUMAT, 22 OKTOBER 2010 | 08:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Saat ini rakyat tidak lagi butuh sikap keterharuan dari seorang Presiden soal nasib yang diderita. Rakyat hanya butuh tindakan nyata dari Presiden untuk melepaskan dari jeratan kemiskinan.

Itu komentar pertama Gurubesar Ilmu Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana Hendrawan Supratikno saat dihubugi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 22/10).

Hendrawan menanggapi pidato Presiden SBY yang terharu sambil menangis saat memberikan sertifikat tanah kepada para petani di Istana Bogor kemarin pada acara Hari Agraria Nasional.


Kedua, Hendrawan mengatakan, apa yang telah disampaikan oleh Presiden SBY itu harus ditindaklanjuti dengan membangun paradigma pembangunan yang sesuai dengan UUD 1945. Karena saat ini semua sadar, bahwa paradigma yang dianut Indonesia sejak zaman Orde Baru mulai menjauhi dari amanat konstitusi.

"Banyak yang kita laksanakan bukan amanat konstitusi, tapi lebih banyak menjalankan agenda asing. Banyak UU yang bertentangan dengan UUD. Misalnya, UU Air, UU Migas, UU Listrik. Bahkan UU Reforma Agraria juga belum dilaksanakan secara tuntas," ujarnya.

Dari itu, dia melihat, apa yang disampaikan oleh Presiden SBY itu sebenarnya terlambat. Mestinya, Presiden mengatakan hal itu pada awal kepemimpinannya, yaitu sekitar tahun 2004-2005.

"Mestinya, Presiden, kalau memang baru sadar sekarang harus diikuti dengan bukti nyata. Benar-benar menunjukkan keseriusan untuk memperhatikan mana UU yang bertentangan dengan UUD 1945. Kalau tidak, itu hanya retorika saja," tegasnya.

Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan rakyat harus mendapatkan akses yang luas dalam hal pertanahan demi kesejahteraan. "Rakyat harus menjadi tuan tanah yang memiliki bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya," tegasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya