Berita

SATU TAHUN KIB II

Kubu Wiranto: Tak Mesti Harus Tunggu Empat Tahun Lagi

SELASA, 19 OKTOBER 2010 | 09:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum berbuat banyak selama satu tahun pemerintahannya di periode kedua ini. SBY hanya sibuk mempoles citra politiknya di tengah masyarakat.

Demikian dikatakan Wakil Sekretaris Fraksi Hanura Syarifuddin Sudding kepada Rakyat Merdeka Online menyikapi satu tahun Kabinet Indonesia Bersatu II (Selasa, 18/10).

Dia mengatakan, Presiden SBY sudah dua kali berjanji mensejahterakan rakyat Indonesia, menegakkan hukum, memberantas korupsi dan menjalankan amanat konstitusi lainnya. Pertama, SBY mengatakan hal itu saat diangkat sumpah pada 20 Oktober 2009 lalu. Kedua, pada saat sidang tahunan MPR 16 Agustus 2010.


"Saya kira apa yang diucapkannya belum tercapai," ujar anggota Komisi III DPR ini.

Dia menjelaskan, saat ini adalah fakta, dimana kemiskinan rakyat Indonesia belum juga teratasi. Begitu juga dengan soal kesehatan dan kesejahteraan lainnya. Gizi buruk masih menghinggapi warga negara. Belum lagi, soal banyaknya nyawa yang terenggut karena kecelakaan. Dan tak kalah penting adalah masalah penegakan hukum dan pemberantasan korupsi yang selama ini digaung-gaungkan.

"Kalau ada yang mengritik, pemerintah harus jawab dengan kinerja bukan dengan pertemuan bersama instisusi lain mencari aman," tegasnya.

Bila memang rakyat kecewa dengan kinerja pemerintahan SBY-Boediono, dia mengingatkan, boleh jadi pemerintahan ini tidak harus menunggu empat tahun lagi. Tapi, sekali lagi dia mengatakan, itu semua tergantung rakyat.

"Memajukan kesejahteraan rakyat, melindungi tumpah darah Indonesia itu kan amanat konstitusi. Kalau memang Presiden dianggap tidak melaksanakan konstitusi itu, dan rakyat meminta untuk turun, ya kenapa harus menunggu empat tahun lagi. Tapi prosesnya, juga harus berdasarkan konstitusi," jelasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya