Berita

X-Files

Gayus: Saya Dapat Miliaran Gimana yang di Atas Saya

Akankah Kasus Mafia Pajak Menyentuh Pejabat
MINGGU, 17 OKTOBER 2010 | 09:13 WIB

RMOL. Banyak yang berpendapat, para atasan Gayus Tambunan di Ditjen Pajak juga perlu diperiksa atau diproses secara hukum. Setidaknya, sebagai saksi dalam persidangan.

Gayus yang sudah berstatus ter­dakwa pun kecewa karena aparat hukum belum memeriksa para pejabat Ditjen Pajak. Soalnya, ia sudah buka-bukaan mengenai ka­sus yang membelitnya. Gayus me­lontarkan kekecewaan itu saat ber­temu Rakyat Merdeka di kantin Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (15/10).

Saat itu, PNS golongan III ini menunggu panggilan untuk men­jadi saksi dalam sidang terdakwa Haposan Hutagalung. Di kantin itu, Gayus ditemani seorang ang­gota tim pengacaranya dari kan­tor Adnan Buyung Nasution dan di­jaga seorang jaksa. “Kalau kecewa pasti ada, pengacara saya se­ring bilang, ada keterlibatan pejabat di internal pajak. Cuma belum terungkap, mungkin tidak bera­ni,” kata Gayus yang siang itu mengenakan kemeja batik war­na cokelat dan hitam serta celana hitam.


­­Ga­yus tidak membantah me­nge­nai kecurigaan banyak pihak, bah­wa ada pejabat dan pegawai pa­jak yang terlibat kasus ini. Nah, ka­tanya, jika penegak hukum be­rani menggali kasus ini lebih da­lam, maka tidak tertutup kemu­ngkinan ada pejabat dan pegawai pajak yang akan menemaninya di rua­ng tahanan nanti. Meski be­gitu, dia enggan menunjukkan si­apa saja yang terlibat. “Begini sa­ja, saya ini PNS dengan golongan bi­asa bisa mendapatkan duit sam­pai miliaran. Bagaimana yang ber­ada di atas golongan saya, bisa le­bih tuh,” tandasnya.

Menurut Gayus, kasus seperti ini sejatinya bukan hanya menim­pa dirinya. “Hanya saja ter­gan­tung dimana orang itu menduduki posisinya. Jika dia menduduki po­sisi yang basah, maka besar kemungkinan untuk melakukan praktik itu. Tapi, jika di posisi ya­ng kering, maka agak susah mendapatkan bonus,” katanya.

Hal senada disampaikan peng­acara Gayus, Adnan Buyung Na­su­­tion saat ditemui di Peng­adilan Neg­eri Jakarta Selatan be­berapa hari lalu. Dia sangat men­yesalkan jika kasus ini berhenti sam­pai pa­da Gayus. Buyung ju­ga menya­takan kecewa karena per­sidangan kliennya tak kun­jung mem­bo­ngkar seluruh jari­ngan mafia pa­jak dan mafia hu­kum. “Kasus ma­­fia pajak itu ke­cil sekali di­bandingkan dengan mafia per­adilan. Masalah duit Rp 28 miliar itu dari mana, di­samping itu se­per­ti ada dinding pe­misah antara Ga­yus dengan pejabat lainnya ya­ng diduga terlibat sehingga sulit untuk dibongkar.”

Sedangkan Direktur Pen­yuluhan dan Pelayanan Humas Dit­jen Pajak Iqbal Alamsyah meng­atakan, pihaknya men­yerah­kan sepenuhnya kasus ini ke pe­ng­adilan. “Kami meng­hor­mati hu­kum, biar pengadilan ya­ng me­mutuskan,” katanya. “Soal ke­­ter­libatan pejabat Ditjen Pa­jak, itu da­tanya dari mana,” lan­jut Iq­bal.

 Dia menambahkan, saat ini Ditjen Pajak sedang melakukan pembenahan untuk mewujudkan birokrasi yang lebih baik. “Ditjen Pajak selalu memberikan pem­binaan kepada para staf. Saat ini se­luruh staf Ditjen Pajak betul-betul memahami kode etik. Disamping itu, kami sedang fokus mengenai penerimaan pajak supaya betul-betul aman dan bebas dari penyalahgunaan,” ujarnya.

Terlepas dari terlibat atau tidaknya para pejabat Ditjen Pa­jak, Gayus mengaku ke­ada­an­nya sa­at ini baik-baik saja. “Ya be­ginilah keadaan saya, tidak ada ma­salah,” ujarnya santai. Me­ma­ng, Gayus kini tampak le­bih santai menghadapi per­si­dangan, sampai-sampai di­bi­lang hakim co­cok jadi pelawak.  “Sa­lah satu ha­kim pernah bilang ke saya, Mas Gayus ini ter­dak­wa pa­ling lucu ya­ng pernah ada di pe­ngadilan ini. Kenapa tidak jadi pelawak sa­ja mas,” kata­nya.

Hanya saja, menurut Gayus, ada perbedaan antara dirinya kini dengan sebelum menjadi tersang­ka dan terdakwa. Dulu, ia selalu disibukkan masalah kantor. Saat ini, dia disibukkan jadwal sidang. “Sa­at ini bisa lebih nyantai, ka­rena kerjaan saya setiap hari hanya membaca kasus ini,” ucapnya.

Gayus Hanya Pegawai Bawahan
Fahri Hamzah, Wakil Ketua Komisi III

Banyak yang menduga, Ga­yus Tambunan tidak sen­dirian dalam melakukan ak­si­nya, tapi bersama oknum pe­tinggi Ditjen Pajak. “Gayus ha­n­yalah satu dari sekian ban­yak mafia pajak di internal lem­baga pajak,” kata Wakil Ke­tua Komisi III DPR, Fahri Ha­mzah kepada Rakyat Mer­deka.

Fahri pun memberi masu­kan kepada Gayus untuk be­ra­ni membongkar siapa saja ya­ng terlibat kasus ini di ha­dapan majelis hakim. Me­nurutnya, pengakuan Gayus di hadapan hakim merupakan se­buah fakta persidangan. “Sa­at ini tinggal keberanian Ga­yus untuk membongkar si­apa saja pejabat pajak yang ter­libat. Sa­ya menyadari, Ga­yus hanyalah pegawai ba­wa­han, kemu­ngkinan kuat jaj­a­ran atas juga terlibat,” ujar­nya.

Politisi PKS ini juga ber­harap kepada kuasa hukum Ga­yus, Adnan Buyung Nasu­tion untuk membantu Gayus mem­bongkar sindikat mafia pa­jak yang terlibat kasus ini. “Se­hingga, ucapan Pak Ad­nan selaku kuasa hukum Ga­yus berdasarkan fakta dan buk­ti yang jelas,” tandasnya.

Fahri menambahkan, ke­be­ra­nian Gayus untuk membuka se­mua aib di internal pajak sangat di­tunggu banyak orang. Pasal­nya, de­ngan dasar pernyataan Gayus dan bukti yang kuat, maka hakim di pengadilan bisa me­man­ggil ora­ng yang ber­sa­ngkutan. “Gayus ha­rus membuat sta­temen yang baik di per­sidangan. Komen­tar­nya ini akan mem­bongkar semua ke­bobrokan di internal pajak. Sehingga, ter­ungkap semua dari level bawah hi­ngga ke jajaran pejabatnya,” ucap­nya.

Kenapa Tidak Ada Pejabat Yang Diperiksa
Hasril Hertanto, Ketua Harian Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia

Pengamat hukum dari Mas­yarakat Pemantau Peradi­lan Indonesia (MaPPI), Hasril Her­tanto juga menduga Ga­yus Tambunan tidak sendirian da­lam melakukan aksinya. “Sa­ya melihat kasus ini sa­ngatlah janggal karena tidak ada pejabat yang dimintai ke­terangan dalam proses hukum kasus ini,” kata Ketua Harian Ma­PPI, Hasril Hertanto ke­pada Rakyat Merdeka.

Menurut Hasril, korupsi bi­­asa­nya dilakukan secara ber­­jamaah atau beramai-ra­mai. “Yang saya pelajari se­­la­­ma ini, korupsi itu dila­ku­kan oleh ba­nyak orang. Ki­ta bisa ambil con­toh kasus su­ap pemilihan Miranda Goeltom ya­ng men­yeret nama-nama po­litisi Se­na­yan, kemudian kasus pe­ng­adaan mobil dinas pe­ma­dam ke­ba­karan yang menyeret na­ma Ha­ri Sabarno, Ismeth Ab­dullah dan Oentarto Sindung Ma­wardi,” pa­parnya.

Dosen Fakultas Hukum Uni­versitas Indonesia ini berharap, Gayus bisa membongkar dugaan keterlibatan para petinggi dan ja­jaran Ditjen pajak dalam per­sidangan. “Jika hanya Gayus dan pe­gawai pajak lain yang dipen­jara, maka dapat diduga kasus ini telah dihinggapi mafia hukum,” ujarnya. [RM]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Catat 94 Ribu Pejabat Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 10:20

Implementasi PP Tunas Jangan Sekadar Formalitas

Minggu, 29 Maret 2026 | 10:13

Gelombang Aksi “No Kings” Meledak di Seluruh AS, Tuntut Trump Lengser

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:25

87 Persen Penyelenggara Negara Sudah Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:22

Kejagung Bongkar Praktik Tambang Ilegal Samin Tan

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:01

Pramono Upayakan Tak Ada PHK di Tengah Wacana Pembatasan Belanja Pegawai

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:46

Pemerintah Wajibkan Platform Digital Patuhi PP Tunas Tanpa Kompromi

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:32

Kemenhaj Optimistis Operasional Haji 2026 Sesuai Rencana

Minggu, 29 Maret 2026 | 08:10

WFH Jumat Bisa Ciptakan Life Balance dan Tetap Produktif

Minggu, 29 Maret 2026 | 07:30

Pemprov DKI Dukung Program Presiden soal Hunian Layak Warga Rel

Minggu, 29 Maret 2026 | 07:15

Selengkapnya