Berita

boediono/ist

Boediono Dipilih Karena Lemah, Wajar hanya SBY yang Dihantam

KAMIS, 14 OKTOBER 2010 | 08:04 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Menjelang satu tahun masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, banyak masyarakat memberikan catatan kritis atas kinerja pemerintahan selama ini. Dan yang menjadi fokus masyarakat lebih banyak ditujukan kepada Presiden SBY, tidak Boediono.

Hal ini diakui dosen Ilmu Politik Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Muhammad Nasih. Dalam kepemimpinan, Muhammad Nasih menilai, yang sering dianggap adalah orang nomor satu, bukan orang nomor dua.

"Soal kepemimpinan inikan orang nomor satu. Orang nomor dua ini sering tidak dianggap. Apalagi kalau proses rekruitmen politik SBY kemarin, itu kan menempatkan Boediono sebagai orang yang tidak powerfull. Sehingga kalau menghantam SBY itu sama dengan menghantam semuanya. Kalau mengantam Boediono tidak ada artinya. Yang paling signifikan kan menghantam SBY," ujar Nasih kepada Rakyat Merdeka Online Rabu malam (13/10).

Nasih melihat, SBY memilih Boediono sebagai wakil presiden pada saat pemilihan presiden 2009 lalu memang disengaja. Karena Boediono tidak memiliki kekuatan politik sehingga dianggap tidak membahayakan.

"Memilih Boediono karena nanti Partai Demokrat dapat bertahan. Kalau yang diambil orang partai maka dia punya potensi bisa naik. Kalau SBY lengser, maka orang kedua ini menjadi orang yang pertama," demikian Nasih. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya