Berita

hugo chavez dan henry saragih/ist

Bicara Di Forum PBB, Henry Saragih Desak PBB Atasi Krisis Pangan Dunia

RABU, 13 OKTOBER 2010 | 16:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Perserikatan Bangsa Bangsa harus segera mengambil langkah-langkah konkret mengatasi masalah spekulasi komoditas pangan dan perampasan tanah.

Hal itu dikatakan Ketua Umum DPP Serikat Petani Indonesia yang juga Koordinator Umum La Via Campesina, Henry Saragih, pada acara sidang pleno Komite Keamanan Pangan Dunia PBB yang diadakan di Roma, Italia dari 11 - 16 Oktober 2010.

“Perampasan tanah petani oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab semakin memperparah krisis pangan dunia, karena sumber-sumber produksi milik petani dirampas,” ungkap Henry dalam keterangan tertulis kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 13/10).


Sebelumnya, organisasi akar rumput menyelenggarakan sebuah forum Organisasi Masyarakat Sipil yang diselenggarakan dari 8-10 Oktober ini, juga di Roma-dan membahas usulan-usulan yang kemudian akan dipresentasikan ke
Pemerintah dan PBB.

Dengan adanya reformasi Komite Ketahanan Pangan Dunia (CFS) dari PBB, masyarakat dan organisasi sipil kini lebih permanen berkonsultasi, tetapi partisipasi penuh para produsen makanan skala kecil (baca: petani) masih
belum dijamin.

“Saat ini kebijakan pangan kita dikendalikan oleh pandangan dari negara-negara donor kaya, lembaga-lembaga tidak demokratis seperti Bank Dunia, dan perusahaan pertanian multinasional dengan anggaran lobi selangit,” tutur Henry.

Henry menambahkan, agenda CFS menunjukkan peningkatan kepentingan para
pemodal besar akan pangan dan produk pertanian melalui perampasan tanah,
berspekulasi dengan komoditas pangan, dan seringnya bahan pangan digunakan
sebagai agrofuel (bahan bakar alternatif).

“Spekulasi keuangan telah diakui secara luas sebagai penyebab utama dari krisis pangan pada 2007-2008 dan karenanya harus berhenti di tingkat internasional atau regional jika kita benar-benar ingin mencegah hal ini terjadi, “ tutur Henry.

Henry juga menggarisbawahi mengenai pengadopsian mekanisme untuk mengatur pasar pertanian yang selalu dikendalikan WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) dan berbagai kebijakan perdagangan bebas regional lainnya.

“Selain itu, pencarian global untuk akuisisi besar lahan pertanian sama sekali tidak akan memperkuat produsen lokal dan hanya dapat memburuk akses mereka terhadap tanah dan karenanya harus dihentikan segera,” papar Henry.

“CFS ini bisa menjadi ruang bagi pelaksanaan kedaulatan pangan, tetapi harus
mampu menghadirkan solusi nyata dan mau mendengarkan suara petani kecil,
serta tidak memberikan legitimasi bagi perusahaan-perusahaan raksasa yang
berbasiskan keuntungan belaka,” tambah Henry. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya